Yayasan Hasyim Asy’ari Tebuireng

0 230

Yayasan Hasyim Asy’ari

Yayasan Hasyim Asy’ari merupakan induk organisasi yang bertanggung jawab terhadap penyelenggaraan Pondok Pesantren Tebuireng dan unit-unit pendidikan yang ada. Tanggung jawab penyelenggaraan pondok pesantren tidak terbatas pada formalisasi bentuk fisik, akan tetapi secara menyeluruh dari bidang-bidang yang dibutuhkan oleh pondok pesantren.

Yayasan Hasyim Asy’ari memiliki badan hukum yang bersifat formal, melakukan upaya penggalian dana secara mandiri, tidak tergantung pada pihak lain baik swasta maupun pemerintah. Aggaran rumah tangga yayasan digerakan dengan sumber dana yang diambil dari sumbangan pendidikan siswa dan dari aset yang dimiliki (tanah waqaf dan bidang usaha).

Yayasan Hayim Asy’ari didirikan pada masa kepemimpinan KH Yusuf Hasyim (Pak Ud), atas usulan Nyai Choiriyah Hasyim (Seblak), putri tertua Kiai Hasyim Asy’ari. Beliau menyarankan agar didirikan sebuah badan hukum sebagai penanggungjawab kelancaran proses belajar-mengajar di lingkungan Pesantren Tebuireng.

Pak Ud merespon usulan tersebut dengan mengadakan konsultasi dan meminta masukan dari dzurriyah Bani Hasyim. Setelah mendapat persetujuan, lalu diadakan pertemuan dan dibentuk kepengurusan pertama. Komposisi pengurus Yayasan terdiri dari Ketua dan tiga Wakil Ketua, Sekretaris dan Bendahara beserta wakil-wakilnya, ditambah anggota-anggota yang umumnya diisi oleh dzurriyah Bani Hasyim.

Selain wajib mejalankan pekerjaan sehari-hari, mereka juga berhak menunjuk kepala sekolah atau pengurus di seluruh unit pendidikan di Tebuireng. Mereka juga bertugas membuat program, menentukan policy, serta menghitung anggaran belanja. Ketua Yayasan yang pertama adalah Pak Ud, dengan Wakil Ketua-I KH Syansuri Badawi, Wakil Ketua-II Hj. Djamilah Ma’shum, Wakil Ketua-III Abdurrahman Wahid (Gus Dur), dan Sekretaris Drs. Lukman Hakim (Seblak).

Dalam salah satu alinea surat akta Yayasan, disebutkan bahwa: “Pendirian Yayasan ini tidak boleh mengurangi dan atau menghilangkan sistem pengajian sorogan dan wetonan” ala Pesantren Tebuireng.
Agar pembentukan Yayasan memiliki kekuatan hukum, maka pada hari Kamis, 28 April 1983, Pak Ud bersama Nyai Jamilah Ma’shum (Seblak) berangkat ke Surabaya untuk membuat surat akta pendirian Yayasan. Selain bertindak selaku pribadi, keduanya juga mewakili Nyai Choiriyah Hasyim dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang berhalangan hadir. Keduanya menemui notaris Abdul Kohar yang beralamat di Jl. Embong Wungu No. 47B Surabaya.

Dalam perjalanannya, keberadaan Yayasan Hasyim Asy’ari tidak hanya memperlancar proses belajar-mengajar di Pesantren Tebuireng, melainkan juga membuka banyak lapangan kerja. Tanah-tanah milik pesantren dan aset-aset produktif lainnya dipekerjakan kepada masyarakat sekitar. Para guru, pekerja, dan abdi pesantren juga mendapat tunjangan bulanan dari Yayasan. Di sinilah peran sosial ekonomi Pesantren Tebuireng dapat diejawantahkan.

Tanggal 19 Maret 1990, Pengurus Yayasan Hasyim Asy’ari mengadakan rapat dan menyetujui diadakannya pembaharuan komposisi pengurus. Dalam struktur tersebut tencantum nama Pendiri, Penasehat, dan Pengawas, disamping nama-nama Pengurus Harian. Penambahan struktur kepengurusan ini merupakan upaya meningkatkan kinerja pengurus, serta menghargai jasa para pendiri dan sesepuh Bani Hasyim yang telah banyak membantu lancarnya proses belajar-mengajar di Pesantren Tebuireng. Akta kepengurusan yang baru didaftarkan pada Kepaniteraan Pengadilan Negeri Jombang nomor 27/1990/YYS, dengan Notaris Bazron Human, SH.

Seperti telah disinggung di muka, pada awal kepengasuhan Gus Solah, Yayasan Hasyim Asy’ari melakukan pembaharuan pengurus dan restrukturisasi organisasi untuk ketiga kalinya. Struktur Yayasan terdiri dari Pembina, Pengawas, dan Pengurus Harian, yang banyak diisi oleh tenaga-tenaga muda, dr. Ali Faisal duduk sebagai ketua Yayasan, dengan Sekretaris Hj. Aisyah Muhammad.

Source http://jawatimuran.net/ http://jawatimuran.net/2015/07/24/yayasan-hasyim-asyari/
Comments
Loading...