Witana, Bangunan Pertama Sejarah Awal Peradaban Cirebon

0 75

Witana, Bangunan Pertama Sejarah Awal Peradaban Cirebon

Kota Cirebon memiliki segudang peninggalan bangunan bersejarah. Setiap peninggalan menjadi saksi bisu perjalanan peradaban dari waktu ke waktu. Dalam sejarahnya, bangunan pertama kali ada di Dukuh Caruban (Perkampungan Cirebon) yaitu Witana, dibangun pada abad ke-14 Masehi, tepatnya pada tahun 1362 Saka/1440 Masehi.

Bangunannya menyerupai joglo/bale atau tempat istirahat sementara. Ukurannya hanya sekitar dua meter tinggi dan panjang, serta lebar satu meter. Kondisinya masih terjaga di belakang komplek Keraton Kesultanan Kanoman.

Di Bangsal Witana, suasananya sunyi, menenangkan. Pepohonan tua yang rimbun, ditambah arsitektur bermotif khas kerajaan, seakan sedang berada di masa lalu. Banyak simbol bernuansa filosofis dipahatan kayu Witana, ukiran-ukirannya mengundang tanya arti makna bagi siapa pun yang mengunjungi Bangsal Witana Keraton Kanoman.

Juru Bicara Kesultanan Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina mengisahkan, Bangsal Witana dibangun pertama kali oleh Ki Gedeng Alang-Alang (Ki Danusela) saat pertama kali membuka Tegal Alang-alang di Kebon Pesisir.

Dahulu kala, belum ada pemukiman di Dukuh Caruban atau perkampungan Caruban. Ki Danusela membuka lahan karena masih banyak alang-alang (pepohonan besar), kemudian Ki Danusela dikenal sebagai Ki Gedeng Alang-alang.

Di langit-langit Bangsal Witana terdapat ukiran menunjukkan angka Candra Sengkala menandakan tahun renovasi komplek pada 1561 Saka atau sekitar 1639 Masehi. Arimbi menceritakan, ukiran huruf Candra Sengkala ini menunjukkan tahun renovasi komplek Witana di era Pangeran Mas A Arifin, Panembahan Ratu II.

Bangsal Witana difungsikan sebagai tempat lelakon sultan atau menimba ilmu kebatinan. Witana berasal dari kata bahasa Cirebon Kuna, yaitu “Awite Ana” yang berarti permulaan ada. Arti lainnya, adalah bangsal tersebut harus selalu dihias.

Menurut Arimbi, pada abad ke-14, Pangeran Cakrabuana meneruskan jabatan kepada ke Ki Gedeng Alang-alang sebagai Mbah Kuwu Cirebon. Memasuki abad ke-16, Kesultanan Cirebon menjadi dua kesultanan yakni Kasepuhan dan Kanoman.

Arimbi kembali bercerita, bahwa seluruh bangunan inti dan sakral di Keraton Kanoman menghadap ke Utara. Keraton Kanoman sendiri dalam sejarahnya tidak terpisahkan dengan penyebaran misi ajaran Islam, yang merupakan pengembangan keraton sebelumnya.

Dari sejarahnya, dari dulu hingga sekarang, fungsi utama Keraton Kanoman adalah sebagai penjaga dan pengembangan budaya Islam. Tradisi yang masih terjaga di Keraton adalah kazanah nilai luhur yang punya banyak arti.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/jpg-today/08/03/2018/witana-bangunan-pertama-sejarah-awal-peradaban-cirebon
Comments
Loading...