situsbudaya.id

Wisma Ranggam Bangka Belitung

0 107

Lokasi Wisma Ranggam

Wisma Ranggam terletak di Sungai Daeng, Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung 33351.

Wisma Ranggam

Wisma Ranggam atau yang dahulu lebih dikenal dengan sebutan Pesanggrahan Muntok. Pesanggrahan Muntok berubah nama menjadi Wisma Ranggam pada tahun 1976, ketika pengelolaannya dipegang oleh PT. Timah.

Pesanggrahan ini dibangun oleh Pemerintahan Kolonial Belanda pada tahun 1890 sebagai tempat peristirahatan pegawai Perusahaan Timah Belanda saat itu, Banka Tinwinning Berdrijf. Pada awalnya, bangunan ini merupakan bangunan kayu, yang kemudian dibangun kembali dengan bentuk yang masih sama pada tahun 1924, sampai kemudian dibangun dengan bentuk yang ada sekarang pada tahun 1927, dengan arsitek Antwerp J. Lakollo dari Ambon. Pada tahun 1930, pesanggrahan ini kemudian memiliki kolam renang yang disebut kolam renang air terjun.

Menempati lahan seluas 7.910 m2, Wisma Ranggam memiliki bangunan induk dan bangunan pelengkap. Di halaman depan terdapat tugu yang pada prasastinya ditanda-tangani oleh Bung Hatta pada tanggal 17 Agustus 1951. Tulisan prasasti tersebut menyebutkan kalimat “Kenang-kenang Menoembing di Bawah Sinar Gemerlap Terang Tjoeatja, Kenang-kenang membawa Kemenangan, Bangka, Djogdjakarta, Djakarta, Hidoep Pancasila, Bhineka Tunggal Ika”. Bung Hatta memang pernah diasingkan ke Muntok dan ditempatkan di Pesanggrahan Menumbing bersama beberapa pemimpin Indonesia.

Pada tahun 1897, pesanggrahan ini selama 7 bulan digunakan sebagai tempat pengasingan Pangeran Hario Pakuningprang dari Surakarta yang membelot dari Belanda saat ditugaskan melawan pasukan Aceh pada Perang Aceh. Pangeran Hario Pakuningrang kemudian wafat dan dimakamkan di Kebon Nanas, Mentok.

Selanjutnya, Pesanggrahan sempat menjadi tempat para Bapak Pendiri Bangsa setelah Agresi Militer Belanda kedua 19 Desember 1948 selama sekitar setengah tahun. Presiden RI Pertama, Ir. Soekarno diasingkan Belanda bersama-sama KH. Agus Salim, Mr. Ali Sastroamidjojo dan Mr. Moch. Roem. Sementara itu, Drs. M. Hatta (Wakil Presiden dan Perdana Menteri), Mr. AG. Pringodigdo, Mr. Asaat dan Komodor Surya Darma ditempatkan di Pesanggrahan Menumbing yang jaraknya sekitar 11 kilometer.

Di Pesanggrahan inilah isi perjanjian Roem-Royen dibahas dan tempat ini juga menjadi saksi penyerahan surat kuasa pengembalian pusat pemerintahan Indonesia dari Yogyakarta ke Jakarta oleh Ir. Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Untuk mengenang Bangka dan Wisma Ranggam, Mr. Moch Roem kemudian melahirkan kata-kata “Van Banka begint de Victorie” (Dari Bangka dimulai kemenangan).

Source Wisma Ranggam Bangka Belitung Bangka Belitung
Comments
Loading...