situsbudaya.id

Vihara Jina Dharma Sradha Yogyakarta

0 40

Lokasi Vihara Jina Dharma Sradha

Vihara Jina Dharma Sradha terletak di Jl. Wonosari-Pulutan No.16, Siraman, Wonosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta 55851.

Vihara Jina Dharma Sradha

Awal mula pembangunan Vihara Jina Dharma Sradha dilatarbelakangi oleh semakin bertambahnya jumlah umat Budha di Desa Siraman, tetapi tidak diimbangi dengan ketersediaan bangunan vihara yang mumpuni. Umat Budha di Siraman akhirnya banyak melakukan ibadah di Cetya Siraman, terutama selama rentang waktu tahun 1976 hingga 1979. Keluhan tersebut oleh beberapa tokoh agama Budha setempat ditanggapi dengan pengajuan dana kepada pemerintah Desa Siraman untuk dibangun tempat ibadah yang lebih besar bagi umat Budha di sana. Tokoh-tokoh tersebut adalah Bapak Romo Hadi Dharma Wijaya, Bapak Sadak Hartono, dan Bikhu Jinaphalo. Sejak tahun 1979, mereka sudah sering mengadakan pertemuan guna membahas rencana tersebut.

Sejak tahun itu pula lah, pemerintah desa setempat tidak memberikan respon yang memuaskan terkait rencana tersebut. Hingga di tahun 1981, proposal pembangunan vihara baru tersebut disetujui oleh pemerintah Desa Siraman berdasarkan Surat Keterangan dengan nomor 22/1/1/1981. Pemerintah Desa Siraman memberikan sebidang tanah kas milik kelurahan seluas 3.712 m2. Hak pakai tanah tersebut kemudian dialihkan kepada Bapak Upasaka Hadi Wardoyo sebagai penanggung jawab umat Budha di Desa Siraman. Pemerintah desa setempat memberikan tanah tersebut untuk dibangun sebuah vihara sekaligus sekolah keagamaan umat Budha berikut fasilitas atau sarana lain yang dapat menunjang kegiatan keagamaan mereka.

Setelah memperoleh izin sekaligus sebidang tanah dari pemerintah desa setempat, para tokoh agama Budha disana kemudian membentuk sebuah yayasan yang kelak akan menjadi penaung dan penanggung jawab pembangunan vihara tersebut. Yayasan yang baru terbentuk itu kemudian diberinama Yayasan Gunadharma yang diketuai oleh Bapak Sadak Hartono. Dana atau modal utama yang mereka pergunakan berasal dari beberapa donator di Jakarta serta iuran sukarela dari umat Budha di Desa Siraman. Mula-mula, mereka hanya membangun bangunan yang amat sederhana dengan melibatkan penduduk desa sekitar. Dalam bahasa lain, penduduk Desa Siraman lain yang beragama selain Budha juga ikut bahu membahu dalam membangun vihara tersebut. Mereka menunjukan sikap gotong-royong dan saling menghormati antar-pemeluk agama. Untuk pengerjaan bangunan dasar vihara, mereka mengandalkan tenaga penduduk setempat. Sedangan bagian yang lain, diserahkan kepada tenaga ahli.

Awal mula pembangunan vihara tersebut terjadi atas restu dari Sangha Agung Indonesia Y.A. Ashin Jhinarakhita dan peletekan batu pertama dilakukan oleh Y.A. Jinaphalo. Bentuk bangunan vihara juga menggunakan konsep rumah joglo. Pemilihan konsep tersebut didasarkan pada lambang dari budaya asli warga Desa Siraman. Meskipun menganut agama Budha, mereka ingin tetap menghidupkan budaya lokalnya dalam bentuk rumah joglo dalam bangunan vihara yang ada. Bangunan vihara yang ada kemudian dijadikan sebagai tempat melaksanakan praktik ibadah (Pujha Bakti) sekaligus mendengarkan khotbah dari Bikkhu.

Nama “Jina Dharma Sradha” sendiri mereka pilih bukan tanpa maksud. Jina dalam ajaran Budha diartikan sebagai orang yang telah mencapai kemenangan. Nama “Jina” juga diambil dari nama tokoh yang berpartisipasi dalam pembangunan pertama vihara ini, yaitu Bikhu Jhinaphalo. “Dharma” diartikan sebagai kewajiban atau aturan; sedangkan “Sradha” dimaksudkan sebagai keyakninan. Secara harfiah, Jina Dharma Sradha dianggap sebagai sebuah keyakinan penuh dalam menjalankan aturan yang ada untuk mencapai kemenangan.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/ https://id.wikipedia.org/wiki/Vihara_Jina_Dharma_Sradha
Comments
Loading...