Universitas Katolik Parahyangan Bandung

0 86

Lokasi Universitas Katolik Parahyangan

Universitas Katolik Parahyangan terletak di Jalan Ciumbuleuit No. 94, Hegarmanah, Cidadap, Hegarmanah, Cidadap, Kota Bandung, Jawa Barat 40141.

Universitas Katolik Parahyangan

Universitas Katolik Parahyangan atau dikenal dengan UNPAR adalah salah satu perguruan tinggi swasta tertua dan paling prestisius di Indonesia yang terletak di kota Bandung. Kampus utamanya terletak di Jalan Ciumbuleuit, dan kampus lainnya terletak di Jalan Merdeka dan Jalan Nias. Sebelum memiliki gedung sendiri di Jalan Merdeka, juga pernah menggunakan gedung “Panti Budaya” , (sekarang menjadi Gedung Bank Indonesia yang baru) untuk kegiatan kuliahnya. UNPAR memiliki semboyan Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti yang berarti “Berdasarkan Ke Tuhanan Menuntut Ilmu untuk Dibaktikan kepada Masyarakat”.

Sejarah Universitas Katolik Parahyangan

  • 1955
    17 Januari, merupakan tonggak awal berdirinya sebuah perguruan tinggi yang sekarang dikenal dengan nama Universitas Katolik Parahyangan. Pada hari itu didirikan AKADEMI PERNIAGAAN oleh Keuskupan Bandung, sebagai hasil kerjasama antara Uskup Bandung Mgr. Pierre Marin Arntz, O.S.C. (alm) dengan Uskup Bogor Mgr. Prof. Dr. Paternus Nicholas Joannes Cornelius Geise, O.F.M. (alm) Pada Agustus 1955, Akademi Perniagaan ditingkatkan menjadi Perguruan Tinggi Sosio – Ekonomi Parahyangan, sekarang FAKULTAS EKONOMI.
  • 1958
    15 September, dibuka sebuah fakultas baru pada Perguruan Tinggi Sosio-Ekonomi tersebut diatas. fakultas baru ini adalah FAKULTAS HUKUM. Sejalan dengan itu, nama Perguruan Tinggi Sosio – Ekonomi Parahyangan diubah menjadi Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan.
    31 Oktober, sesuai dengan ketentuan yang berlaku, didirikan sebuah Yayasan, yang berstatus badan hukum, sebagai badan penyelenggara Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan.
  • 1960
    Dibuka sebuah fakultas baru lagi, yaitu FAKULTAS TEKNIK, yang mempunyai dua jurusan yaitu Teknik Sipil dan Teknik Arsitektur.
  • 1961
    Kembali didirikan sebuah fakultas baru, yaitu FAKULTAS SOSIAL POLITIK. Dengan demikian, maka Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan mempunyai empat fakultas : Ekonomi, Hukum, Teknik, Sospol. Pada tahun ini juga terbitlah Undang-undang Nomor 22 tahun 1961 tentang Perguruan Tinggi, sehingga nama Perguruan Tinggi Katolik Parahyangan diganti menjadi UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN.
  • 1962
    19 April, dengan Surat Keputusan Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan Nomor 50 tahun 1962, Universitas Katolik Parahyangan ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi yang berstatus disamakan dengan Perguruan Tinggi Negeri.

Makna Lambang Universitas Katolik Parahyangan

Tujuan penyelenggaraaan Universitas Katolik Parahyangan diungkapkan dalam bentuk lambang, yang bersemboyan “Bakuning Hyang Mrih Guna Santyaya Bhakti”, yang berati berdasarkan Ketuhanan menuntut ilmu untuk dibaktikan kepada masyarakat.

Lambang terdiri atas :

  • Salib merah putih di atas dasar hitam
    Merupakan ungkapan bahwa pembina Universitas ini adalah keuskupan Bandung dan bahwa sejak saat pendiriaannya, universitas ini didukung oleh Ordo Salib Suci Bandung.
  • Lingkaran dengan 45 sayap hijau, 8 jari-jari putih dan 17 gerigi putih
    Melambangkan tahun, bulan dan tanggal kemerdekaan Indonesia
  • Segitiga Kuning melingkar
    Melambangkan Tritunggal, yang merupakan ungkapan titik pusat iman Kristen pada Tuhan
  • Dasar Padma Kuning
    Melambangkan semangat ketuhanan
  • 5 helai daun bunga kuning
    Lambang filsafat Negara Indonesia, yaitu Pancasila
  • Warna dasar Kuning
    Warna lambang Gereja Katolik

Oleh karenanya, misi Universitas Katolik Parahyangan adalah pembentukan manusia seutuhnya melalui pendidikan tinggi dengan bidang keahlian khusus sesuai jurusan dan fakultasnya, agar dapat berperan serta dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia.

Source Universitas Katolik Parahyangan Bandung Jawa Barat
Comments
Loading...