TPU Sukun Nasrani Malang

0 390

Lokasi TPU Sukun Nasrani Malang

TPU Sukun ini terletak di Jalan Sudanco Supriadi No. 38 Kelurahan Sukun, Kecamatan Sukun, Kota Malang, Provinsi Jawa Timur.

TPU Sukun Nasrani Malang

Keberadaan TPU Sukun Nasrani ini tidak terlepas dari rencana perkembangan Kota Malang yang telah digagas pada masa kolonial. Rencana perkembangan Kota Malang pada masa itu melalui tahap-tahap yang berkelanjutan, yang dikenal dengan istilah bouwplan I sampai VIII.

Bouwplan tersebut tidak lepas dari ide Wali Kota Malang pertama, yaitu H.I. Bussemaker (1919-1929), yang pengerjaannya dijabarkan oleh Ir. Herman Thomas Karsten, seorang arsitek perencana kota yang cukup terkenal pada waktu itu.

Pada waktu memasuki bouwplan III, pihak Dewan Kota (Gemeenteraad) mengadakan rapat sebanyak 2 kali, yaitu pada tanggal 26 Agustus 1919 dan 26 April 1920. Dari hasil rapat tersebut, Dewan Kota memutuskan untuk membuat suatu kompleks pemakaman yang cukup luas guna menampung kebutuhan akan makam bagi orang Eropa yang tinggal di Malang.

Sebelumnya, pemakaman golongan orang Eropa berada di Klojen Lor akan tetapi karena dirasa sudah tidak layak lagi apabila sebuah kompleks pemakaman terdapat di tengah-tengah areal perumahan.

Sesuai namanya, makam ini banyak menyimpan jasad orang Belanda maupun orang Eropa. Jasad-jasad yang terbaring di makam tersebut, di antaranya: Rob van de Ven Renardel de Lavalette, Letnan Georges Lodewijk Geuvels (KNIL), Th. A.M. Gout (Kontroler Surabaya-Bangil), Pantaleon Hajenius (Kapten Infanteri KNIL), Guusje Mulié (putri drg. Mulié Malang), Dolira Advonso Chavid (konon diyakini sebagai Tante Dolly yang begitu melegenda di Surabaya), dan lain-lain.

Pada masa pendudukan Jepang, makam ini diambil alih oleh pasukan Jepang untuk menjadi tempat pemakaman pasukan Jepang yang meninggal di Malang dan sekitarnya. Sebagai buktinya, di dalam kompleks makam tersebut dibuatkan monumen untuk pemakaman 50 jenasah tentara Jepang yang setiap tahunnya selalu diperingati dengan tujuan mendoakan arwahnya.

Setelah Indonesia merdeka, makam ini beralih fungsi menjadi tempat untuk mengubur jasad-jasad orang Tionghoa dan orang-orang yang beragama Katolik maupun Kristen. Berawal dari sinilah, akhirnya makam ini dikenal dengan Makam Sukun Nasrani yang kemudian kata makam berubah menjadi TPU. Sehingga, saat ini makam tersebut dikenal dengan TPU Sukun Nasrani Malang.

Source TPU Sukun Nasrani Malang Surabaya
Comments
Loading...