Toko Pariaman Optik

0 17

Toko Pariaman Optik

Pariaman adalah sebuah kota pelabuhan (entrepot) yang sudah tua usianya. Kota ini pernah melahirkan seorang pedagang besar pada abad ke-19, yaitu Moehammad Saleh Datoek Orang Kaya Besar Moehammad Saleh lahir tahun 1841 di Desa Pasir Baru, Pariaman. Ayahnya, Peto Rajo, juga seorang pedagang, adalah penduduk Pariaman asli. Namun, ayah Peto Rajo adalah keturunan seorang raja di Rigah, Rantau Duabelas, Aceh Barat. Tarus, Ibu Moehammad Saleh, berasal dari Guguak Ampek Koto, dekat Bukittinggi. Mungkin keluarga Tarus telah hijrah ke Pariaman akibat Perang Padri. Usaha Moehammad Saleh dirintis dari seorang penghela pukat di Pantai Pariaman sampai akhirnya menjadi seorang pedagang besar yang mempunyai beberapa perahu. Saleh mempunyai beberapa toko di Pariaman dan Padang Panjang. Anak buahnya di darat dan di laut mencapai puluhan orang. Bahan dagangannya berupa hasil bumi. Moehammad Saleh juga dipercaya oleh Belanda untuk mendistribusikan garam ke darek. Selama hidupnya Moehammad Saleh menikah sebanyak 14 kali.

 Gelar kebesarannya (bahasa Minang: Datuak Urang Kayo Basa) diperoleh pada bulan Oktober 1877, dalam upacara khitanan anak pertamanya, Moehammad Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat Wilayah Kerja Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau Tahun 2018 Taib (lahir pada tgl. 6 Syaban 1281 H dari istri yang kedua, Banoe Idah). Kekayaan Moehammad Saleh dapat dikesan dari dua rumah besar (yang satu bernama rumah batu tinggi) milik keluarga besarnya di Pariaman. Moehammad Saleh meninggal di Pariaman tahun 1922 dalam usia 81 tahun. Sampai sekarang cerita mengenai Moehammad Saleh tetap hidup di kalangan generasi tua di kota Pariaman. Bangunan rumah gadang ini sendiri dibangun sekitar tahun 1889 yang dibangun oleh Mohammad Sholeh. Sedang pertokoan yang berada disisi barat bangunan rumah gadang dibangun sekitar tahun 1901. Berdasarkan angka tahun 19-6-1901 di tembok pertokoan diperkiraan pertokoan ini dibangun tahun 1901.

Selain bangunan rumah dan gudang tersebut, disekeliling rumah Mohammad Sholeh terdapat Pertokoan yang masih difungsikan hingga saat ini, dan yang menjadi ciri khas adalah tulisan kaligrafi beraksara arab dengan tulisan M Mohammad Sholeh. Pertokoan yang berada disisi barat Rumah gadang Mohammad Sholeh memiliki bentuk letter L yang mengikuti alur jalan. Sedangkan sisi utara berbentuk empat persegi panjang dengan ukuran 8 x 30 meter. Bangunan yang berada pada sisi barat ini memiliki 2 lantai dengan atap berbentuk kubus dengan atap dari genteng. Sebagian atap sudah diganti dengan atap baru dan diberi gonjong. Sedangkan pertokoan pada sisi utara hanya terdiri dari 1 lantai. Pada dinding tembok bagian atas pertokoan sisi utara juga terdapat tulisan dengan beraksara arab dengan tulisan M Mohammad Sholeh.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Pariaman.pdf
Comments
Loading...