Terowongan Jepang di Kabupaten Lumajang

0 301

Terowongan Jepang Kabupaten Lumajang

Terowongan Jepang merupakan terowongan yang sengaja di bangun untuk tempat pengintaian, persembunyian dan benteng pertahanan yang menembus pantai selatan dan merupakan peninggalan Jepang, terowongan Jepang ini terletak di Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Pada terowongan  Jepang ini memiliki dinding dari beton yang cukup kuat, terowongan ini memiliki ukuran tinggi dan lebar yaitu dengan ukuran tinggi dan memiliki ukuran lebar sekitar 5 meter dan ukuran panjangnya yang mencapai 200 meter, dan cerobong udara untuk sirkulasi.

Pada sepanjang 50  meter dari benteng ini di bangun pula jalan lori untuk mengangkut peralatan, tanah dan batu dari hasil penggalian. Namun sayangnya dulu pengerjaan proyek ini tidak di lanjutkan lagi karena sempat adanya kejadian tanah longsor yang menewaskan ratusan korban yang merupakan romusha dan mengubur 2 lori yang di gunakan sebagai angkutan. Tanpa melakukan upaya penyelamatan, tentara Jepang pada saat itu langsung meninggalkan begitu saja ratusan romusha yang meninggal dunia di dalam terowongan ini.

Tak jauh pula dari lokasi terowongan  Jepang ini tentara Jepang juga membangun depo minyak dengan 2 tangki solar yang di tanam dalam tanah. Solar yang disimpan di depo ini biasanya diisi setiap seminggu sekali, dan diambil untuk keperluan kendaraan Jepang serta penerangan, karena pada waktu itu minyak tanah masih jarang ditemui.

Setiap harinya, rata-rata 20 romusha mati mengenaskan. Padahal pembangunan proyek pertahanan Gondoruso berjalan hampir 2 tahun lamanya. Proyek ini adalah proyek pembunuhan masal yang lebih tepat jika disebut dengan “Gondorusuh” akibat banyaknya korban yang meninggal dunia mengenaskan. Sangat di sayangkan kini terowong maut ini telah tertutup oleh longsoran tanah setinggi 10 meter, sehingga tidak lagi terlihat sisinya.

Namun sejumlah bangunan lainnya masih terlihat puing- puingnya, dan tidak banyak dimanfaatkan oleh warga sekitar. Sisa bangunan yang masih ada seperti bekas tangki solar (depo minyak), rumah uang Jepang yang dipergunakan sebagai tempat penyimpanan uang tentara Jepang, dan barak tentara Jepang serta kediaman Komandan tentara Jepang di Pasirian, Kolonel Arakawa.

Source Terowongan Jepang di Kabupaten Lumajang Pusaka Jawatimuran
Comments
Loading...