situsbudaya.id

Taman Balekambang Surakarta

0 37

Lokasi Taman Balekambang

Taman Balekambang terletak di Jl. Balekambang No.1, Manahan, Banjarsari, Kota Surakarta, Jawa Tengah. Tepatnya di belakang atau sebelah utara Stadion Manahan dan tepat di belakang kolam renang Tirtomoyo Solo.

Asal – Usul Taman Balekambang

Awalnya taman ini bernama Partini Tuin dan Partinah Bosch, yang dibangun oleh KGPAA Mangkunegoro VII tanggal 26 Oktober 1921. Karena rasa sayang beliau pada putri-putrinya maka nama putrinya tersebut diabadikan sebagai nama Taman. Namun lambat-laut taman ini dinamakan Balekambang karena di dalam taman ini ada bangunan berupa bale atau gazebo berbentuk limasan yang berdiri di atas kolam, sehingga seolah-olah bale tersebut terapung di atas air kolam (kumambang). Beliau membangun Taman Balekambang dengan memadukan konsep Jawa dan Eropa, yang mana taman tersebut dibangun tidak hanya menciptakan unsur keindahan saja tapi ada unsur yang utama seperti area yang dinamakan Partini Tuin atau Taman Air Partini berfungsi sebagai penampungan air untuk membersihkan atau menggelontor kotoran-kotoran sampah di dalam kota, dan juga sering digunakan untuk bermain perahu, dan area yang kedua dinamakan Partinah Bosch atau Hutan Partinah yang merupakan koleksi tanaman langka seperti kenari, beringin putih, beringin sungsang, apel coklat, dan sebagainya. Partinah Bosch berfungsi sebagai resapan dan paru-paru kota.

                        Partinah Bosch

 

Menurut catatan sejarah, di sebelah timur Taman Partinah pada zaman Mangkunegoro IV masih ada pesanggrahan dan sumber mata airnya (umbul). Umbul Manahan, nama sumber mata air tadi, kala itu terkenal sampai di mana-mana. Setiap malam Jumat, hari Jumat dan malam Anggoro Kasih, ada masyarakat sekitar yang pergi ke umbul untuk mandi dan sekaligus meletakkan sesaji (ngalap berkah)..

Sementara itu, di dekat pesanggrahan Mangkunegaran tadi terdapat sebuah arca perempuan yang disebut Mbok Rara Item, yang dijadikan pepundhen oleh masyarakat sekitar. Namun, setelah Mangkunegoro IV yang terkenal sebagai negarawan maupun pujangga meninggal, Umbul Manahan tadi sudah tidak terdengar lagi. Rusak tertimbun tanah dan airnya tersumbat. Apalagi setelah pesanggrahan rusak juga, daerah tersebut dinamakan Kampung Umbul.

Ketika Mangkunegoro VII bertahta, di Taman Balekambang dibangun kolam renang untuk umum, yang dinamakan Padusan Tirtayasa, sehingga Taman Balekambang menjadi ramai. Apalagi setelah sebelah selatan kolam renang dilengkapi dengan kebun binatang yang berisi hewan kecil-kecil, juga adanya pertunjukkan ketoprak, layar tancap maupun pertunjukkan-pertunjukkan lainnya.

Pembaharuan Taman Balekambang

Keberadaan Taman Balekambang kala itu dimaksudkan sebagai tempat bersantai/ rekreasi khusus keluarga dan kerabat Istana Mangkunegaran. Sepeninggal Mangkunegoro VII yang terus memasuki zaman revolusi kemerdekaan, taman ini rusak karena tidak terawat lagi. Pada era KGGPA Mangkunegoro VIII Taman Balekambang dibuka untuk umum. Sebelum tahun 2008, Taman Balekambang merupakan daerah kumuh. Bertahun lamanya berganti Walikota, sama sekali tidak tersentuh.

Taman Balekambang sekarang menjadi tempat nyaman bagi semua kalangan. Upaya pembaharuan dirancang oleh Walikota Joko Widodo (Jokowi). Pembangunan kawasan 9,8 hektar itu benar-benar dikembalikan seperti masa jayanya. Bedanya jika pada zaman KGPAA Mangkunegoro VII lebih difungsikan untuk taman kerabat Pura Mangkunegaran, pembaharuan yang dilakukan pada tahun 2008 itu, menjadikan Balekambang menjadi Taman Kota.

Di areal taman dipelihara rusa, angsa, merpati serta taman reptil. Satwa-satwa itu dibiarkan begitu saja kecuali yang reptil, sehingga setiap pengunjung bisa menikmati bahkan berfoto bersama.

Selain sekadar untuk jalan-jalan sore, banyak event-event memanfaatkan lokasi itu. Paling sering dipakai untuk sesi pemotretan pre-wedding. Pihak Pengelola tidak mengenakan harga tertentu. Namun setiap foto atau video yang mengambil setting Taman Balekambang, Kantor UPTD harus mendapatkan copy CD atau DVD dan berhak mempublikasikan foto atau rekaman video tersebut.

Keberadaan taman bersejarah ini sempat membuat kagum delegasi World Heritage City – Conference & Expo (WHCCE) tahun 2008 lalu. Mereka tidak menyangka kalau Solo memiliki taman yang terlindungi dan tertata seperti halnya dimiliki negara-negara maju. Kekaguman yang sama juga ditunjukan para Walikota se-Indonesia yang mengikuti Konferensi Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi). Bahkan waktu itu, Walikota Jakarta Pusat, Sylviana Murni, tak mampu menahan ketakjubannya.

Source taman balekambang Surakarta
Comments
Loading...