Surau Latiah Sumatera Barat

0 84

Surau Latiah

Keberadaan Surau Latiah tidak terlepas dari ketokohan Syekh Sihalahan. Surau ini dibangun oleh Syekh Sihalahan guna kepentingan penyebaran agama Islam di daerah Solok dan sekitarnya. Selain itu surau ini juga digunakan sebagai sarana latihan bagi kepentingan keagamaan dan bela diri pada masa itu. Oleh karena itulah surau ini dinamakan Surau “Latiah”.

Berdasarkan keterangan Nasril (Juru Pelihara dan keturunan Syekh Sihalahan), surau ini didirikan oleh Syekh Sihalahan sekitar tahun 1880-an. Salah satu ciri khas dari surau ini adalah memiliki atap seperti Rumah Tradisional Minangkabau (beratap gonjong).

Berdasarkan keterangan narasumber, secara umum bangunan masih dipertahankan keasliannya. Namun pada beberapa bagian komponen bangunan sudah mengalami perubahan. Dahulunya surau ini beratap ijuk dengan dinding yang terbuat dari “sasak” (anyaman bambu). Setelah beliau wafat (setelah tahun 1917) dinding ini kemudian diplester dengan semen. Adapun pada bagian lantai dan loteng di diganti pada tahun 1997 oleh BP3 Batusangkar. Pada bagian tiang dalam masjid (asli) sudah dilapisi oleh ahli waris dengan papan guna perkuatan dan pencegahan terhadap rayap.

Surau Latiah terbuat dari bahan kayu (bambu) yang dikombinasikan dengan plester (pasir dan semen). Bangunan Surau ini memiliki ukuran panjang 22 meter dengan lebar 12 meter. Bagian atap berbentuk gonjong dengan bahan terbuat dari seng, dan kerangkanya terbuat dari kayu dan bambu. Bagian tubuh dari Surau Latiah terdiri dari tiang-tiang yang menjadi penopang dari bangunan surau, dan beberapa bukaan. Tiang-tiang yang terdapat di dalam bangunan utama berjumlah 12 buah tiang. Bukaan-bukaan antara lain berupa pintu dan jendela, pintu utama berada di sisi utara. Sisi selatan terdapat 3 buah jendela, di sisi barat terdapat enam buah bukaan berupa jendela, dan di sisi timur terdapat lima buah jendela dan sebuah pintu masuk. Pada sisi timur dari ruang utama Surau Latiah terdapat empat buah kamar yang pintunya tidak penuh hingga ke bagian bawah, dan sebuah ruangan dengan pintu penuh hingga ke bagian bawah. Bagian lantai terbuat dari kayu, dan pernah diganti pada tahun 1997 yang dilakukan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/category/info-budaya/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/cagar-budaya-kota-solok/
Comments
Loading...