Stasiun Radio Malabar dan Tower IT Telkom

0 89

Stasiun Radio Malabar dan Tower IT Telkom

Banyak Mahasiswa ITTelkom yang bertanya-tanya, apasih gunanya tower di depan rektorat itu. Gak kepake buat BTS kok masih dipertahankan. Jawaban yang paling singkat adalah ya, tower itu bersejarah, dua tower yang tersisa sebenarnya bagian dari 13 tower yang dulu pernah menghiasi area Kampus ITTelkom. Sebenarnya banyak cerita yang masih bisa digali dari keberadaan tower-tower itu yang secara langsung terkait dengan perkembangan telekomunikasi di Indonesia. Yah.. dan itu terhubung dengan posisi ITTelkom yang dahulu bernama STT Telkom yang menempatkan diri sebagai perguruan tinggi pertama di Indonesia yang memfokuskan diri pada dunia telekomunikasi.

Cerita panjang ini bermula dari peresmian Radio Malabar yang terletak di Gunung Puntang, di Desa Cimaung, Kecamatan Banjaran. Stasiun Radio Malabar telah dibangun sejak tahun 1917 dan diresmikan pada tanggal 5 Mei 1923. Peresmian dilakukan oleh Gubernur Jendral Hindia Belanda Dirk Fork sekaligus dilakukan hubungan komunikasi wireless pertama antara Radio Malabar di Bandung dengan Netherland yang terpisah jarak sekitar 12.000 Km lintas benua. Salah satu orang yang dianggap berjasa dalam pembangunan stasiun radio ini adalah Dr. J de Groot yang namanya sempat diabadikan sebagai nama jalan di Kota Bandung (sekarang Jalan Siliwangi).

Buat yang pernah berkunjung ke Gunung Puntang pasti bertanya-tanya lagi.. mana stasiun radionya, kok cuma ada kolam tua tidak terawat dan reruntuhan di hutan pinus disana. Ya, itulah Stasiun Radio Malabar saat ini, tinggal puing-puing tak terawat. Sementara di kota-kota besar di Indonesia, bangunan-bangunan peninggalan jaman kolonial masih tegak berdiri, di Gunung Puntang Stasiun Radio Malabar hampir tidak bisa dikenali keberadaannya. Konon saat pendudukan Jepang, Stasiun Radio Malabar dihancurkan pihak Belanda agar tidak dimanfaatkan oleh tentara Jepang. Versi lain mengatakan bahwa Stasiun Radio Malabar sengaja dihancurkan oleh masyarakat lokal agar tidak digunakan oleh DI/TII. Entah mana yang benar.

Konon Stasiun Radio Malabar menggunakan punggungan bukit untuk menempatkan antena yang tersusun dari beberapa tiang dengan kabel di atasnya sepanjang hampir 2 Km (beberapa tiang masih bisa dijumpai disana). Dengan teknologi terbaru saat itu digunakan konfigurasi antena raksasa dengan menggunakan tower-tower yang terhubung dengan kabel besar. Nah lokasi yang tepat untuk mendirikan rangkaian tower itu ya di Dayeuh Kolot yang daerahnya landai dan terbuka. Paling tidak sampai tahun 1995-an masih tersisa 13 tower yang bahkan sebagian masih terhubung kabel satu dengan yang lain. Tower-tower ini dibangun sekitar tahun 1927-an, ini dapat di lihat dari foto lama dari Stasiun Transmisi Dayeuh Kolot yang terletak di depan kompleks Kampus ITTelkom.

Source https://achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id https://achmadrizal.staff.telkomuniversity.ac.id/stasiun-radio-malabar-dan-tower-it-telkom/
Comments
Loading...