Stasiun Prabumulih Sumatera Selatan

0 172

Stasiun Prabumulih

Stasiun Prabumulih (PBM) adalah stasiun kereta api kelas besar yang terletak di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan. Stasiun yang terletak pada ketinggian +43 m (sebelumnya +36 m) ini termasuk dalam Divisi Regional III Palembang.

Stasiun ini terletak pada jalur pertemuan kereta dari arah Tanjungkarang, Lampung, dan Lubuklinggau dengan Kertapati di Palembang. Sebelum tahun 1985, terdapat 9 rel yang dioperasikan di kereta ini, namun pada tahun 2010 hanya tinggal tiga rel. Pada tahun 2010, stasiun ini hanya dilalui oleh empat kereta penumpang, yaitu KA Limex Sriwijaya, KA Ekspres Rajabasa (Kertapati-Tanjungkarang), serta KA Sindang Marga dan KA Serelo (Kertapati-Lubuklinggau).

Sejarah stasiun ini tertulis pada buku De Stoomtractie Op Java en Sumatera karangan J.J.G. Oegema. Berdasarkan buku tersebut, Stasiun Prabumulih mulai dikenal pada tahun 1915, ketika Hindia Belanda membangun jalur kereta Kertapati-Prabumulih sepanjang 78 km dan jalur Prabumulih-Muara Enim sejauh 73 km pada tahun 1917.

Pada tahun 1927, jalur Prabumulih-Tanjungkarang sepanjang 311 km juga dibangun. Pada masa itu, usaha kereta di Sumatera Selatan dikelola oleh perusahaan Zuid Sumatera Staatsspoorwegen, divisi dari Staatsspoorwegen (SS). Dulunya terdapat enam jenis lokomotif uap di lintasan Stasiun Prabumulih, yaitu model B51, C11, C30, C50, D50, dan D52. Untuk pengisian bahan bakar berupa air bagi kereta tersebut, digunakan cerek dan tangki pengisian air. Sekitar tahun 1982, dilakukan perombakan bangunan pada stasiun ini.

Source https://id.wikipedia.org https://id.wikipedia.org/wiki/Stasiun_Prabumulih
Comments
Loading...