Stasiun Kereta Api Purworejo Jawa Tengah

0 202

Lokasi Stasiun Kereta Api Purworejo

Stasiun ini terletak di Jalan Mayor Jendereal Sutoyo, Kelurahan Purworejo, Kecamatan Purworejo, Kabupaten Purworejo, Provinsi Jawa Tengah.

Sejarah Stasiun Kereta Api Purworejo

Stasiun ini termasuk stasiun kecil yang berada di tengah kota, namun stasiun tersebut memiliki sejarah yang panjang. Stasiun ini dibangun oleh Perusahaan Kereta Api Negara Staatsspoorwagen (SS). Stasiun Purworejo merupakan warisan peninggalan kolonial Belanda yang dibangun pada tahun 1887. Pemerintah Kolonial Belanda saat itu sengaja membangun rel kereta api sepanjang 12 KM dari Stasiun Besar Kutoarjo ke arah Stasiun Purworejo, diperkirakan awalnya hanya dibangun rel saja namun seiring perkembangannya, jalur itu semakin ramai sehingga pada tanggal 20 Juli 1887 dibangunlah Stasiun Purworejo, dengan struktur bangunan berupa bahan beton setinggi delapan meter dan luas keseluruhan sekitar 848 meter persegi.

Pembangunan kereta api didorong oleh dua kepentingan, kepentingan pertahanan ekonomi dan militer. Kepentingan ekonomi yang terkait dengan kebutuhan transportasi kota hasil perkebunan Purworejo untuk didistribusikan ke daerah lain atau bahkan ke Belanda melalui Pelabuhan Cilacap, yang kala itu sebagai salah satu gerbang ekspor ke Eropa. Sedangkan, kepentingan militer berhubungan dengan posisi Purworejo kala itu sebagai kota militer, yang ditandai dengan banyaknya pembangunan gedung militer (tangsi) pasca Perang Diponegoro (1830).

Stasiun Kereta Api Purworejo

Stasiun Purworejo sempat ditutup selama 3 kali, yaitu pada masa kependudukan tentara Jepang, dan sekitar tahun 1952-1955. Saat peralihan menjadi Djawatan Kereta Api (DKA) petak jalur tersebut kembali diaktifkan. Setelah itu pada tahun 1977, petak jalur Kutoarjo – Purworejo kembali ditutup dan tidak beroperasi lagi. Dekade 1990-an diaktifkan kembali pada masa kepemimpinan Bupati Purworejo, Goernito dan Haryanto Dhanutirto, Menteri Perhubungan saat itu.

Pada periode 1990, setelah jalur ini diaktifkan kembali oleh pemerintah saat itu, sarana yang melintas di jalur ini tidaklah dilayani kembali dengan lokomotif uap dan kereta kayu CR dan kereta barang GW, tetapi sudah berganti dilayani dengan lokomotif diesel hidrolik dan dengan membawa 1 atau 2 kereta penumpang kelas 3 atau biasa disebut K3 dengan susunan Lokomotif Diesel Hidrolik D 301/D 300 – K3.

Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala (BPPP) Jateng telah memasukkan Stasiun Purworejo sebagai salah satu cagar budaya di Purworejo, dilindungi oleh negara dengan nomor inventarisasi 11-06/PWO/TB/36 atau nomor inventarisasi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kabupaten setempat: 11-06/Pwr/TB/8.

Source Status kereta api purworejo Jawa Tengah
Comments
Loading...