Stasiun Kereta Api Pulau Air Padang

0 41

Stasiun Kereta Api Pulau Air

Pembangunan stasiun ini tidak terlepas dari penemuan batubara dan pembukaan jalur kereta api keluar kota padang atau kedaerah lain di Sumatera barat (sumatera Westkust). Stasiun ini dibangun pada tahun 1887 sebagai stasiun kereta api pertama dari Sumatera dan terutama digunakan untuk mengangkut batubara dari Sawahlunto ke pelabuhan Padang. Hari ini disebut “Stasiun Pulau Air” dan tidak digunakan. Jalur kereta api Pulau Aie (Pulau Air) menghubungkan Pulau Air (Padang) ke Padang Panjang sepanjang 71 km. Jalur ini kelar dibangun pada 1891 dan menjadi jalur utama perdagangan di Padang. Sejak 1980-an jalur ini berhenti beroperasi.

Stasiun Pulau Air merupakan stasiun transit atau pember-hentian sebelum menuju Muaro Padang, karena Stasiun Pulau Air berada di jalur Simpang Haru menuju Muaro Padang. Pintu masuk berada di bagian tengah. Rel masih bisa dilihat di kawasan kota Padang ini. Rel ini bisa berada di dalam rumah atau menjadi bagian teras sebuah rumah. Sejak tidak beroperasi, kawasan itu kemu-dian tumbuh menjadi permu-kiman warga. Kondisi Stasiun Pulau Aie (Padang), yang merupakan cagar budaya, cukup mengkhawatirkan.

Meski masih terlihat kokoh, namun di beberapa titik terlihat retakan yang lumayan dalam di dinding, termasuk di sambungan tembok. Hampir seluruh material stasiun ini masih asli, termasuk lantainya. Di bagian belakang terdapat gedung yang bisa jadi dulu berfungsi sebagai depo, kondisinya sudah lebih parah. Di satu sisi sudah ambruk akibat gempa akhir September lalu yang mengguncang Sumatra Barat terutama di Padang. Belum lagi retak-retak yang terjadi di sekujur tembok. Sayangnya, gedung itu tak bisa ditilik hingga ke dalam karena sudah dimiliki oleh pihak lain.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Padang.pdf
Comments
Loading...