Stasiun Kereta Api Payakumbuh

0 9

Stasiun Kereta Api Payakumbuh

Pembangunan transportasi Kereta Api (beserta jalur/relnya) di Kota Payakumbuh tidak terlepas dari perkembangan dan kemajuan sarana transportasi pemerintahan kolonial Belanda di Indonesia umumnya dan Sumatera Barat khususnya. Kereta Api mulai diperkenalkan di Indonesia oleh sebuah perusahaan swasta NV, Nederlandsch Indische Spoorweg Mij (NISM) pada tahun 1864. Jalur pertama yang dibangun yakni Kalijati-Tanggung, Semarang pada tanggal 17 Juni 1864 dan diresmikan oleh Gubernur Jenderal L.A.J Baron Sloet Van Den Beele. Guna pengembangan pembangunan jalur KA di Indonesia maka dihadirkan 11 perusahaan KA swasta di Pulau Jawa dan 1 di Pulau Sumatera.

Pembangunan jalur KA ini keseluruhan berada dalam pengawasan Departemen Van BOW atau pekerjaan umum. Di luar Jawa, 12 Nopember 1876, Staats Spoorwegen juga membangun jalur Ulele-Kutaraja (Aceh). Selanjutnya lintasan Palu Aer-Padang (Sumatera Barat) pada Juli 1891, lintasan Telukbetung-Prabumulih (Sumatera Selatan) tahun 1912. Pembangunan KA Payakumbuh ini diperkirakan sekitar awal abad 20 dengan memperkerjakan tenaga romusha yang pada umumnya didatangkan dari Pulau Jawa. Jalur kereta Payakumbuh ini merupakan pengembangan lintasan dari Bukittinggi ke Payakumbuh. Setelah kemerdekaan, seluruh jaringan kereta api diambil alih oleh karyawan perusahaan kereta api yang tergabung dalam Angkatan Moeda Kereta Api (AMKA) mengambil alih kekuasaan perkeretaapian dari Jepang.

Hal ini ditandai dengan pembacaan pernyataan sikap oleh Ismangil dan sejumlah anggota AMKA lainnya menegaskan bahwa mulai hari itu kekuasaan perkeretaapian berada di tangan bangsa Indonesia sehingga Jepang sudah tidak berhak untuk mencampuri urusan perkeretaapian di Indonesia pada tanggal 28 September 1945. Inilah yang melandasi ditetapkannya tanggal 28 September 1945 sebagai Hari Kereta Api serta dibentuknya Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI). Nama DKARI kemudian diubah menjadi Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA). Nama itu diubah lagi menjadi Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA) pada tanggal 15 September 1971. Pada tanggal 2 Januari 1991, nama PJKA secara resmi diubah menjadi Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) dan semenjak tanggal 1 Juni 1999 diubah menjadi PT Kereta Api Indonesia (Persero) sampai sekarang.

Jalur kereta api Payakumbuh, sudah lama tidak difungsikan. Ini dilihat dari rel yang terhubung sampai Bukittinggi yang sudah dipenuhi dengan bangunan rumah, kedai masyarakat. Padahal melalui keputusan PT. Kereta Api (Persero) No.C.11/JB.303/U.2002 tertanggal 29 April 2003 menyebutkan bahwa sehubungan dengan belum dioperasikannya jalur kereta api sumbar, maka kepada pemkab/kot diharapkan untuk mengamankan jalur kereta yang merupakan aset pemerintah ini, karena jalur kereta ini merupakan rencana jaringan jalan kereta Sumatera yang sudah tercantum dalam master plan. Tindakan pengamanan ini berupa pengerusakan jalan (rel) dan pembangunan rumah, toko dan bangunan lainnya tanpa ada rekomendasi dari PT.KA (Persero).

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Payakumbuh.pdf
Comments
Loading...