Stasiun Kereta Api Naras Pariaman

0 30

Stasiun Kereta Api Naras

Latar belakang berdirinya stasiun kereta api di Sumatera Barat adalh akibat penemuan dan pembukaan tambang Batubara di Ombilin Sawahlunto yang cadangannya cukup potensial. Pada bulan Juli 1891 telah dapat diselesaikan pem-bangunan jalan kereta api pertama di Sumatera Barat, yakni dari Pulau Air ke Padang Panjang. Seiring dengan dibangunnya jalur rel kereta api, maka dibangun pula stasiun yang berfungsi :

  1. Tempat kereta api berhenti. Menurunkan penumpang (manusia atau bisa juga hewan) dan barang.
  2. Sebagai tempat kereta api berangkat. Mengangkut penumpang (manusia atau bisa juga hewan) dan barang.

Sebagai tempat kereta api bersilang, menyusul atau disusul. Semua kegiatan tersebut berada dibawah penguasaan seorang kepala yang bertanggung jawab penuh atas urusan perjalanan kereta. Untuk Jalur Ke Pariaman, Persimpangan Rel Kereta Api berada di Lubuk Alung, dengan melewati stasiun Stasiun Pauh Kamba, dan Kurai Taji. Stasiun Kereta Api Naras dibangun sekitar tahun 1930- an. Sedangkan bangunan Depo Stasiun baru dibangun tahun 1976. Stasiun ini merupakan salah satu stasiun yang berada di jalur Pariaman-Sungai Limau. Terakhir dipergunakan tahun 1998. Sebelum Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumatera Barat Wilayah Kerja Provinsi Sumatera Barat, Riau dan Kepulauan Riau Tahun 2018 penghentian jalur ini ke Naras ini, stasiun ini berfungi sebagai lokasi transit pengangkutan hasil kelapa sawit dari Pasaman Barat. Deskripsi Arkeologis Stasiun kereta api naras berada di dalam lingkungan pemukiman masyarakat.

Stasiun Kereta Api Naras terdiri dari 3 bangunan yaitu :

  1. Depo
  2. Stasiun
  3. Gudang

Bangunan utama stasiun Kereta Api Naras berada ditengah-tengah antara kedua bangunan pendukung lainnya. Bangunan utama stasiun memiliki ukuran 20 x 8 meter. Bangunan pendukung tersebut antara lain di sisi selatan merupakan bangunan depo dan di sisi utara berupa bangunan gudang. Bagian sisi barat dari stasiun terdapat tiga buah sepur. Bangunan stasiun terdiri dari tiga ruang, antara lain lorong yang berfungsi juga sebagai ruang tunggu dan tempat pembelian tiket, di sisi utara merupakan ruangan kantor sekaligus berfungsi sebagai tempat penjualan tiket, dan di sisi selatan merupakan ruang traksi atau ruang mekanik. Atap berupa limasan dengan bahan terbuat dari genteng dan kerangka atapnya terbuat dari kayu. Bagian dinding tersusun oleh bata berplester dengan kerangka terbuat dari kayu. Selain dari bangunan inti stasiun, stasiun kereta api naras juga dilengkapi dengan rumah dinas sebanyak 2 bangunan, yang barada pada sisi utara dan barat. Rumah Dinas ini berfungsi sebagai rumah kepala stasiun dan rumah petugas stasiun. Saat ini kondisi dari stasiun kereta api naras tidak terawat.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Pariaman.pdf
Comments
Loading...