Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban Sawahlunto

0 20

Stasiun Kereta Api Muaro Kalaban

Bangunan ini dulu digunakan sebagai stasiun kereta api yang mengangkut Batu Bara menuju Emmahaven (Padang). Sekarang bangunan ini digunakan sebagai stasiun kereta api reguler dan wisata. Bangunan stasiun Muaro Kalaban berbentuk persegi panjang dengan bangunan tambahan yang terletak pada bagian depan sebelah kiri. Ukuran bangunan stasiun ini ialah 21 x 5, 2 m. Bangunan tambahan yang menempel di depan bangunan berukuran lebar 4,16 m dan panjang 6,20 m. Berlantaikan papan dengan fungsi sebagai ruang kontrol. Disamping ruang kontrol terdapat ruangan kepala stasiun.

Di samping kanan atas dari pintu masuk ke ruangan kepala stasiun, tepatnya 60 cm sebelah kanan terdapat lonceng. Tinggi lonceng ini dari lantai ialah 2, 5 m. Pada samping kanan, tepat di sebelah ruang kepala stasiun dan ruang penjualan tiket terdapat ruang tunggu penumpang. Ruangan ini berukuran panjang 11,8 m dan lebar 5,30 m. Pada ruangan ini terdapat 6 tiang penyangga terbuat dari kayu. Seluruh ruangan terbuka pada bagian depan dan belakang. Terdapat pagar kayu setinggi 1 m pada sisi sebelah kanan, yakni sepanjang 2, 35 dan 2,85 m, masing-masing dipisahkan oleh pintu masuk. Kemudian pada bagian sebelah kanan terdapat pagar yang terbuat dari batubata yang telah diplester dengan tinggi sama yakni 1 m.

Pada bagian belakang juga terdapat pagar yang terbuat dari bata yang diplester setinggi 1 m. Dengan pintu masuk bagian belakang berukuran 3,90. Bagian dalam stasiun merupakan ruangan kosong yang lapang. Pada saat sekarang ini lantainya sudah diberi keramik. Pada masing-masing sisi ruangan ini terdapat bangku yang terbuat dari kayu. Letak bangku ini menempel ke dinding atau pagar ruang tunggu, dengan ukuran lebar 45 cm dan panjang 2,8 m. Pada sisi kanan, letak bangku ini 211 menyerupai huruf U, sedangkan pada sisi kiri, letaknya hanya pada sisi bagian depan dan belakang ruang tunggu (berhadaphadapan).

Hal ini karena pada dinding bagian kiri terdapat jendela kaca yang menghubungkan ruang tunggu dengan ruangan staf stasiun yang menjual tiket. Sebelah kanan jendela ini terdapat lubang surat, pada saat ini lubang tersebut sudah tak terpakai. Bangunan ini terbagi dua, yakni ruangan tunggu bagi para penumpang yang terletak pada bagian kanan bangunan, serta ruangan kantor bagi petugas stasiun yang terletak di bagian kiri. Pada bangunan kantor bagian belakang terdapat tiga buah jendela, satu jendela memiliki daun pintu yang terbuat dari kayu sedangkan dua jendela yang lain memiliki kaca nako. Kemudian dua pintu, dimana salah satu pintu dalam keadaan terpalang. Pada sisi sebelah kiri terdapat dua pintu yang letaknya berdampingan.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/wp-content/uploads/sites/28/2018/08/Cagar-Budaya-Kota-Sawahlunto.pdf
Comments
Loading...