Stasiun Kereta Api Kota Solok Sumatera Barat

0 167

Stasiun Kereta Api Kota Solok

Belakang Sejarah Keberadaan Stasiun KA Solok tidak terlepas dari sejarah panjang perkembangan jalur transportasi perkereta apian di Indonesia umumnya dan Sumatera Barat khususnya. Pembangunan jalan KA di Sumatera Barat dimulai pada tahun 1891. Selain membangun jalur kereta api di daerah Solok, Belanda juga membangun stasiun (tempat pemberhentian) di beberapa titik yang menhubungkan antara Padang Panjang-Solok-Sawahlunto.

Secara umum perkembangan jalur transportasi ini diprakarsai oleh “Naamlooze Venootschap Neder–landsch Indische Spoorweg Maatschappij” (NV. NISM). Selanjutnya setelah kemerdekaan pengelolaan Stasiun KA Solok ini beralih dari “Angkatan Moeda Kereta Api” AMKA, “Djawatan Kereta Api Republik Indonesia” (DKARI), Perusahaan Negara Kereta Api (PNKA), Perusahaan Jawatan Kereta Api (PJKA), Perusahaan Umum Kereta Api (Perumka) dan terakhir PT Kereta Api Indonesia (Persero) sampai sekarang.

Selain digunakan sebagai sarana transportasi, stasiun ini dahulunya juga digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil bumi daerah disekitarnya yang akan diangkut ke Padang via Sawahlunto (muaro Kalaban). Pada 1 maret 2009, Jalur/Stasiun KA Solok ini difungsikan sebagai KA Wisata dengan jalur Padangpanjang-Solok-Sawahlunto 3 kali seminggu.

Stasiun di Kota Solok adalah salah satu bangunan peninggalan masa kolonial. Bangunan ini memiliki ukuran Panjang 54,4 meter dengan lebar 10 meter. Beberapa indikator yang dapat diamati bahwa bangunan ini berasal dari masa kolonial adalah temboknya yang tebal dan beberapa bukaan berupa pintu dan jendela dengan ukuran yang besar. Bangunan Stasiun Solok terdiri dari beberapa ruangan yang berfungsi sebagai kantor serta beberapa ruangan yang berfungsi sebagai pelayanan bagi berjalannya fungsi stasiun, seperti loket penjualan tiket. Selain ruang-ruang tersebut, terdapat ruang terbuka dengan hanya memiliki atap serta ditopang dengan tiang-tiang terbuat dari kayu. Ruang terbuka ini berfungsi sebagai ruang tunggu bagi para penumpang kereta api.

Dijalur kereta apai masih ditemukan beberapa peralatan lama yang digunakan sebagai pemindah jalur, terdapat empat buah alat yang berfungsi untuk memindahkan jalur kereta api. Pada alat tersebut terdapat tulisan “FRANS SMULDERS UTRECHT” yang besar kemungkinan tulisan ini adalah nama produsen yang memproduksi alat pemindah jalur kereta api tersebut. Sedangkan pada rel terdapat beberapa tulisan seperti DK 1914 JSST yang diduga tulisan angka menunjukkan angka tahun pembuatan dari rel tersebut, dan juga ada yang bertuliskan KRUP 1914 JSS. Apakah tulisan selain angka tersebut dapat diindikasikan sebagai pabrik pembuatnya masih belum dapat dipastikan.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/category/info-budaya/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsumbar/cagar-budaya-kota-solok/
Comments
Loading...