Stasiun Jatinegara Jakarta

0 900

Lokasi Stasiun Jatinegara

Stasiun Jatinegara yang terletak di perbatasan antara Jatinegara dan Matraman, tepatnya di Kelurahan Pisangan Baru, Matraman, Jakarta Timur.

Stasiun Jatinegara

Stasiun Jatinegara (JNG) adalah stasiun kereta api kelas I. Stasiun yang terletak pada ketinggian +16 meter ini termasuk dalam Daerah Operasi I Jakarta. Stasiun ini merupakan stasiun bertemunya tiga jalur, yaitu jalur ke Pasar Senen, jalur ke Manggarai, dan jalur ke Bekasi yang setiap harinya dilewati ratusan kereta api. Stasiun ini memiliki lima jalur dengan jalur 1 dan 2 sebagai sepur lurus ditambah satu jalur yang terhubung dipo lokomotif yang terletak di sebelah barat laut stasiun.

Sebagai stasiun penghubung ke luar Jakarta, stasiun jatinegara ini dilalui oleh semua KA ke berbagai kota di Pulau Jawa (kecuali tentu saja ke arah Banten dan Bogor yang dilayani KRL). Saat ini hampir semua KA jarak jauh dan menengah yang datang menuju Jakarta berhenti untuk menurunkan penumpang di stasiun ini, kecuali KA dengan rangkaian panjang (KA Kertajaya dan Tawang Jaya) karena rangkaiannya tidak tercukupi peron stasiun ini. Sementara itu, untuk arah sebaliknya tidak ada KA jarak jauh dan menengah yang berhenti untuk menaikkan penumpang, kecuali jika akses jalan penumpang menuju Stasiun Gambir dan/atau Stasiun Pasar Senen terganggu.

Sejarah Stasiun Jatinegara

Pada awalnya Jatinegara bernama Meester Cornelis. Nama itu diangkat dari panggilan murid-murid kepada seorang guru yang mengajar, mendirikan sekolah, dan berkhotbah di kawasan tersebut, yakni Cornelis Senen. Nama itu kemudian diubah menjadi Jatinegara pada masa pendudukan Jepang karena Jepang tidak mau ada istilah Belanda.

Nama Jatinegara berarti “Negara Sejati”, sebutan dari Pangeran Jayakarta yang terlebih dahulu mendirikan perkampungan Jatinegara Kaum. Kampung ini didirikan setelah Belanda menghancurkan Keraton Sunda Kelapa dan berada di antara Rawamangun dan Pasar Klender. Stasiun ini berdiri 1910 dan diperkirakan dirancang oleh arsitek Ir. S. Snuyff, kepala sementara Biro Perancang Departemen Pekerjaan Umum. Pada mulanya stasiun ini dinamakan Rawa Bangke, sebutan untuk rawa-rawa yang terletak di dekatnya, yang tampaknya juga memisahkan stasiun NIS Meester Cornelis dan seberang sungai. 

Pada awalnya S. Snuyff (SS) bermaksud untuk membangun stasiun yang besar untuk persinggahan kereta api menuju Bandung. Harapannya adalah bahwa penumpang dari Weltevreden akan memilih stasiun ini daripada Stasiun Kemayoran, yang ketika itu adalah stasiun SS yang paling utama, namun tidak bersifat permanen. Pengambilalihan jalur NIS ke Bogor, yang sedianya dibatalkan tetapi masih memungkinkan perbaikan struktural dan tetap dipertahankan, sehingga rencana tersebut tidak dipertimbangkan lebih lanjut.

Walau begitu, kebutuhan akan sesuatu stasiun yang luas masih dirasakan karena Meester akan menjadi stasiun penghubung yang penting sebagai rangkaian yang baru ke stasiun Weltevreden dan jalur yang ada ke Tanjung Priok melalui Pasar Senen (van Ballegoijen de Jong 1992: 104). Perluasan kota Batavia tetap mengarah terus ke Meester Comelis. Stasiun baru ini dalam perencanaan diusahakan memiliki ciri pedesaan Belanda, namun juga disesuaikan untuk daerah tropis. Tampaknya usaha itu berhasil.

Source Stasiun Jatinegara Jakarta Jakarta
Comments
Loading...