Situs Sopo Parsaktian Oppu Raja Uti

0 114

Sopo Parsaktian Oppu Raja Uti

Salah satu situs bersejarah Sopo Parsaktian Oppu Raja Uti yang terletak di Desa Lobu Tua, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapteng. Situs bersejarah itu merupakan objek wisata sejarah yang kerap dikunjungi masyarakat. Diduga kondisi ini terjadi akibat gempa Aceh dan gempa Nias beberapa tahun lalu hingga menimbulkan keretakan empat tiang peyangga sopo. Kondisi ini baru dapat terlihat setelah membersihkan tiang penyangga untuk pengecatan ulang. Saat dibersihkan, baru tampak retak-retak dan tidak menyatu lagi dengan beton di bawahnya.

Hal tersebut dibenarkan Ir Joston Lubis. Dikatakan, Sopo Godang Parsaktian Oppu Raja Uti sudah terancam rubuh dan diperkirakan jika terjadi gemapa susulan, sopo ini akan ambruk.

Joston Lubis mengatakan, kondisi sopo memang sangat mengkhawatirkan, dimana tiang-tiang penyangga sopo sudah retak dan tidak menyatu dengan beton. Diperkirakan besi pondasi juga sudah tidak mengikat. Ini dibuktikan adanya kerenggangan pada pondasi.

“Walau tampak masih berdiri kokoh, namun kondisi sopo godang sudah rapuh. Hanya karena besarnya tiang penyangga saja yang membuat dia tampak kokoh,” ujarnya.

Joston yang merupakan arsitek ini memperkirakan, jika terjadi gempa sedikit saja, tiang-tiang akan pecah dan mengakibatkan sopo ambruk dan itu akan sangat berbahaya bagi pengunjung.

Hal yang sama juga dikatakan Mora Ujuan Malau, salah seorang warga Barus Utara. Dia menyaranakan agar Ruma Parsaktian (Sopo) Oppu Raja Uti mendapat penenangan serius, melihat kondisi saat ini dimana beberapa titik keretakan sudah terlihat jelas dan sudah seharusnya segera ditangani.

“Sudah perlu pondok ini diperbaiki agar tidak tambah parah. Apalagi melihat kondisi tiang penyangga. Ini dapat berakibat fatal bagi pengunjung,” ujarnya.

Dia menambahakan, dalam folklore (cerita rakyat) yang diyakini masyarakat Batak, bahwa Sopo Oppu Raja Uti ini merupakan salah satu tempat persinggahan beliau. Saat turun dari Pusuk Buhit, beliau langsung menuju Lobu Tua, Andam Dewi.

Dulunya, sebelum pemekaran, lokasi ini bernama Lobu Tua, Kecamatan Barus. Seiring waktu, pemekaran berlangsung dan berganti menjadi Kecamatan Andam Dewi.

Di dalam areal sopo, sebelum dibangun, di bawah patung kaki Oppu Raja Uti, ada batu hitam besar yang konon menjadi tempat beliau beristrahat.

“Sattabi di Oppu Raja Uti. Batu hitam itu ada persis di bawah kaki patung beliau,” kata Mora Ujuan Malau sambil menunjuk ke bawah kai patung.

“Di sini, kita selalu mulai dengan kata ‘santabi, sangap ni Oppu I’. Jangan langsung menyebutkan namanya. Karena begitulah poda tetua dan leluhur dahulunya,” imbuhnya.

Dalam sejarah Si Raja Batak, Raja Uti atau Raja Biakbiak atau Gumellenggelleng, adalah anak sulung dari Oppu Guru Tatea Bulan, anak tertua Si Raja Batak, yang berasal dari Pusuk Buhit, yang diyakini sebagai pusat leluhur Bangsa Batak.

Hal sama dibenarkan Bapak Sigalingging yang merupakan perawat sopo parsaktian ini. Dia menyebutkan bahwa kondisi bangunan yamg sejak awal pembangunannya dia saksikan itu memang sudah tampak retak dan rapuh dan sudah sangat perlu penanganan agar kondisi sopo godang ini tetap utuh.

Dia mengisahkan, asal muasal dibangunnya Sopo Parsaktian Oppu Raja Uti ini sebagai tempat ziarah mengenang Oppu Raja Uti.
Dijelaskan, Oppu Raja Uti ini terkenal atas kesaktiannya. Dalam mitologi Batak, ia dikenal dengan kesaktian yang perannya berfungsi sebagai perantara manusia dengan Mulajadi Nabolon atau Sang Pencipta.

Tugu itu didirikan pada tahun 1986 oleh seseorang dan pada tahun 1998 bangunan direnovasi oleh seseorang yang berasal dari Jakarta. Tapi dia tidak tahu jelas siapa namanya.

Di bawah kaki patung Oppu Raja Uti ada tertanam batu hitam besar berdiameter kurang lebih 3 meter. Batu itu memang kerap menjadi pertanda terjadinya sesuatu. Bahkan, sejumlah keanehan kerap terjadi di lingkungan itu dan itu jadi pertanda bagi warga sekitar.

“Bahkan, ada saja hal-hal ganjil terjadi di atas batu hitam itu. Salah satu bukti nyata, jika ternak warga masuk ke lokasi itu, akan mati. Sehingga lokasi batu hitam, sebelum sopo dibangun, tempat itu dipagar keliling warga karena dianggap keramat dan juga memghindari korban ternak yang mati di sana.”

Masih dalam mitologi Batak, Oppu Raja sangat sakti, karena hanya Oppu Raja Uti yang bisa berubah wujud hingga 7 rupa (sipitu hali takkon jala sipitu hali muba).

Sebagai keturunan pertama dari Oppu Guru Tatea Bulan, Oppu Raja Uti meminta izin kepada ibunya untuk pergi ke Pusuk Buhit demi memohon kepada Mula Jadi Nabolon.

Dan, ketujuh rupa itu mempunyai penyebutan yang berbeda-beda, yakni Oppu Raja Uti, Oppu Raja Pusuk Buhit, Oppu Raja Gumellenggelleng, Oppu Raja Biakbiak, Oppu Raja Parhata, Oppu Raja Hasaktian dan Oppu Raja Hatorusan.

Sedangkan di samping patung, ada 1 patung seperti orang yang sedang berdoa yang melambangkan Oppu Raja Uti ketika berdoa memohon kesempurnaan kepada Sang Pencipta. Di depan kanan tugu utama juga terdapat patung naga, patung gajah di sebelah kiri dan patung harimau yang berada di bawah patung Raja Hatorusan (patung sedang berdoa).

Naga, gajah dan harimau itu adalah tunggangan Oppu Raja Uti ketika berpergian ke Aceh, ke Pusuk Buhit. Dan, ketika bepergian, di sinilah salah satu tempat persinggahan Oppu Raja Uti.

Source https://www.newtapanuli.com https://www.newtapanuli.com/news/tapanuli-tengah/2018/02/11/25491/sopo-parsaktian-oppu-raja-uti-terancam-ambruk/
Comments
Loading...