Situs Slumbung Blitar Timur

0 265

Cagar budaya yang terletak di bawah pohon kamboja ini di namakan Situs Slumbung, peninggalan sejarah yang terletak di Desa Slumbung, Kec. Gandusari, Kab. Blitar. Banyak informasi yang di peroleh dari situs ini yang bida di dapat dari penjabaran Juru Pelihara Situs, maupun dari catatan – catatan arkeologi. Salah satu catatan arkeologis yang lengkap mengupas Situs Slumbung adalah ROC, yaitu sebuah catatan Belanda yang membahas sebuah catatan peninggalan sejarah. Sejumlah artefak yang terhimpun di Situs ini antara lain, beberapa pilar persegi batu andesit, ojief, batu gong dengan diameter 1 m dan ketebalan 0,15 m, serta fragmen. Namun sekarang beberapa artefak dari situs ini sudah tidak di temukan lagi di Situs ini. Banyak artefak yang dapat di jumpai di Situs Slimbung selain artefak berbahan batu andesit adapula yang berbahan perunggu seperti mulai dari mata tombak hingga bandul genta. Sekarang artefak perunggu ini di simpan di Museum Nasional Jakarta.

Jika di dasarkan pembacaan pada beberapa inskripsi yang terdapat di sekitar situs, ada dua angka tahun yaitu 1246 Saka (1324 M) dan 1256 Saka (1334 M). Angka ini termasuk waktu berkuasanya Kerajaan Majapahit. Berdasarkan penanggalan dan ragam artefaknya. Di duga juga situs ini berasal dari kebudayaan Hindu. Yang menarik pada situs ini tak hanya pada aspek historisnya saja tetapi unsur budaya yang kental dan menyelubungi situs ini. Dulu pada situs yang disebut sebagai Punden Joko Slumbung ini, sering diadakan pagelaran wayang krucil. Wayang ini mengambil kisah perjalanan seorang tokoh bernama Joko Slumbung, yang memiliki kaitan erat dengan asal-usul desa. Jika dibahas secara singkat, kisah ini menceritakan asal usul Joko Slumbung, hingga peristiwa yang menyebabkannya haru melarikan diri ke suatu hutan di barat Sungai Lekso. Kemudian dari kisah ini kita bisa mengetahui bahwa sebenarnya Joko Slumbung tidak menetap di Desa Slumbung melainkan hanya mendirikan padepokan, dan kemudian melajutkan perjalanan ke timur Sungai Lekso. Diduga kisah Joko Slumbung ini berasal dari abad 16-17 an.

Menarik sekali mengingat penanggalan artefak Situs Slumbung berasal dari abad 14an, artinya usia artefak dan usia kisah Joko Slumbung terpaut waktu yang cukup jauh sekitar dua abad. Mungkin Situs Slumbung sempat ditinggalkan oleh masyarakat penyokongnya, dan ditemukan lagi saat Joko Slumbung membuka padepokan di sini. Sangat di sayangkan, kini wayang Krucil Joko Slumbung sudah musnah, hal ini meyebabkan tidak adanya lagi pegelaran wayang kruci di daerah ini. Namun meskipun begitu, masyarakat masih berkumpul di sekitar punden ini untuk bersih desa dan keperluan – keperluan tertentu. Desa Slumbung terletak di jalur yang cukup strategis yakni berada jalur Blitar- Ngantang yang dipenuhi oleh deretan obyek wisata. Pada Jalur ini ada Blumbang Soso, Desa Wisata Semen, Obyek Wisata Rambut Monte di Krisik, dan tentunya keberadaan Situs Slumbung sendiri. Jika Potensi Wisata Desa Slumbung ini dikembangkan, tak ayal keberadaanya akan semakin meramaikan jagad pariwisata di Gandusari dan Blitar timur.

Source Situs Slumbung Blitar Jawa Timur D'Travellers
Comments
Loading...