Situs Sillanan Sulawesi Selatan

0 59

Lokasi Situs Sillanan

Situs Sillanan terletak di wilayah Kampung Sillanan, Desa Sillanan, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Provinsi Sulawesi Selatan. 

Situs Sillanan

Sillanan adalah nama sebuah perkampungan tradisiaonal masyarakat Toraja. Untuk mencapai situs ini kita melalui jalan Desa dari Pasar Mebali sekitar 6 km ke arah barat. Secara geologis batuan yang menyusun bentang lahan di daerah Sillanan terdiri dari susunan batuan gamping, dengan kemiringan topografi tanah antara 350 – 450 yang terbentang dari arah Timur ke arah Barat dan berakhir pada sebuah perbukitan terjal dengan kemiringan antara 600 – 900, perbukitan itu bernama bukit Suriak dengan ketinggian antara 1300 -1800 m dpl. Perkampungan Sillanan berada pada ketinggian 1250 mdpl.

Di sebelah Selatan perkampungan terdapat sungai kecil dan sebuah perbukitan gamping, sebelah timur terdapat areal perkebunan dan persawahan penduduk serta jalan desa, sebelah utara terdapat hutan dan perkebunan. Di sekitar situs ditumbuhi pohon kelapa, bambu, beringin, asam, randu, jati, jeruk, cengkeh, kakao, umbi-umbian (ubi kayu, ubi jalar dan talas) serta semak belukar. Terdapat banyak mata air yang mengalir di permukaan berupa sungai kecil disebelah selatan kampung.

Situs perkampungan tradisional Sillanan pertama kali diketahui dari hasil survei lapangan mahasiswa Arkeologi Unhas pada tahun 1989, berdasarkan informasi masyarakat setempat. Dari hasil pendataan awal tersebut kemudian oleh pihak kantor Suaka Peninggalan Sejarah dan Purbakala Propinsi Sulaweswi Selatan dan Tenggara menjadikannya sebagai tinggalan budaya yang dilindungi. Pada tahun 1994 oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Tana Toraja menjadikannya sebagai salah satu objek tujuan wisata budaya. Pada tahun 1998-1999 pemerintah Jepang lewat Japan Foundation melakukan pemugaran dan memdirikan dua buah Tongkonan di kampung Sillanan.

Menurut cerita masyarakat setempat, bahwa daerah Sillanan dulunya adalah  tempat menetap  nenek moyang mereka yang pertama kali datang ke daerah tersebut dan kemudian ditinggalkan setelah masuknya pemerintah Belanda yangh memaksa penduduk yang tinggal di daerah pegunungan untuk pindah ke daerah yang lebih datar di sekitar jalan raya atau pusat-pusat pemerintahan. Masyarakat sekitar menyebut daerah yang telah ditinggalkan itu dengan sebutan kampung tua. Pegunungan batu Suriak dijadikan sebagai tempat penguburan.

Sebaran situs yang terdapat di daerah Sillanan dapat dibagi atas enam situs berdasarkan keadaan, letak dan konsentrasi temuan. Pemberian nama situs disesuaikan dengan penamaan lokasi oleh penduduk setempat, yaitu 1. situs Tongkonan Layuk, 2. situs Bubun, 3. situs Pakpuangan, 4. situs Rante Simbuang, 5. situs Rante Sarapuk dan 6. Situs Liang.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-190/situs-sillanan.html
Comments
Loading...