Situs Rumbang Perak, Rumbang Bolin dan makam Patih Jayangpati

0 66

Situs Rumbang Perak, Rumbang Bolin dan makam Patih Jayangpati

Situs Rumbang Perak, Rumbang Bolin dan makam Patih Jayangpati merupakan 3 buah obyek wisata di wilayah Desa Kudangan (Ibukota Kecamatan Delang) Kabupaten Lamandau. Untuk menuju kesana bias lewat jalur sungai dan jalur darat.

Pertama, jalur sungai menumpang speed boad dari Pangkalan Bun menuju Nanga Bulik. Dari Nanga Bulik ke Kudangan (carter) memakan waktu ± 11 jam hamper satu hari. Ini juga pada musim air dalam (penghujan). Kedua, jalur darat memakai kendaraan roda empat dari Pangkalan Bun menuju Kudangan sambil menikmati perkebunan kelapa sawit dan melewati beberapa perkampungan penduduk. Rute ini lebih cepat memakan waktu 7-9 jam.

Kudangan merupakan daerah perbukitan dengan hawanya yang sejuk. Penduduknya hidup dari menyadap karet dan bercocok tanam di kebun (lading berpindah-pindah).

Situs ini pernah di lakukan studi kelayakan dari pusat (Ditlinbinjarah) di bantu tenaga daerah (Bid. PSK Kanwil Depdikbud Prov. Kalteng). Dokumen studi kelayakan telah hilang. Selama di lokasi tak ada nara sumber yang akurat, penduduk yang menemani tidak dapat berbicara banyak perihal ke 3 obyek tersebut. Rumbang Perak, melihat gaya arsitekturnya tidak berbeda jauh dengan rumah pusaka dinding tambi(di Desa Tapin Bini). Bangunan ini mempunyai luas ± 340 m2 dan bahan-bahanya dominan kayu ulin, tinggi ± 4 m, besar tiang Ø 15 cm – Ø 20 cm. Konstruksinya tidaak menggunakan paku melainkan pasak dari kayu ulin jalinan pengikat dari rotan.

Usia bangunan ini sekitar 200 tahun, berkaitan Jabatan Mantir Puluhan. Situs Rumbang Bolin, ada disamping kiri bangunan Rumbang Perak dan mempunyai ukuran seluas 90 m2. Kondisinya sangat memprihatinkan karena dimakan usia dan kurang perawatan. Makam Patih Jayangpati cukup jauh dari lokasi kedua situs tapi masih bias ditempuh dengan jalan kaki. Areal makam ini seluas ± 3 m × 3 m = 9 m2 dan dipagari dari kayu ulin.

Desa Kudangan diduga berdiri sekitar awal abad 19, menurut kaitan dengan Kesultanan Kotawaringin. Penduduknya mayoritas suku Dayak dan beragam Kaharingan setempat. Pada waktu itu, pemerintahan Kesultanan Pangeran Ratu Imanuddin, untuk pengganti pajak setiap penduduk diwajibkan di istana selama 6 bulan dengan bergiliran. Patih Jayangpatih sebagai orang dipercaya untuk memungut puluhan (pajak) di wilayah Delang Batang Kawa. Ia meninggal dan dimakamkan di Desa Kudangan (sekarang menjadi Ibukota Kecamatan Delang).

Source http://sejarahkalimantantengah.blogspot.com http://sejarahkalimantantengah.blogspot.com/2012/05/
Comments
Loading...