Situs Pertabatan Brawijaya V (Ratu Kembar) Kebumen

0 141

Situs Pertabatan Brawijaya V (Ratu Kembar)

Situs Pertabatan Brawijaya V (Ratu Kembar) adalah tempat bertapabratanya Brawijaya V (Ratu Kembar). Situs ini terletak di Gunung Koembang yang oleh masyarakat setempat disebut dengan Gunung Puyuh desa Suratrunan kecamatan Alian kabupaten Kebumen (nama baru dari Panjer yang sebelumnya merupakan sebuah Nagara pada masa Majapahit).

Sesuai dengan Serat Sarasilah Mataram dan Buku Ringkasan Babad Tanah Jawi diketahui bahwa Raden Suputra/Raden Putra/Harya Baribin adalah putra ke 5 dari Prabu Brawijaya IV (Bra Tanjung) dengan isteri Putri Pajang.

Kisah perjalanan Brawijaya V (Ratu Kembar) ke Negara Panjer dituliskan dalam “Tijdschrift Voor Indishche Taal – Land – En Volkenkunde

Inti terjemahannya sebagai berikut :

Dikarenakan tidak diperbolehkan adanya tahta kembar (setelah wafatnya Brawijaya IV/ Bra Tanjung) Raden Putra yang merupakan adik dari Raden Alit/ Angkawijaya/ Brawijaya V) akhirnya meninggalkan kerajaan Majapahit dengan ikhlas. Mengikuti saran dari Gajahmada, Raden Putra pun pergi ke arah barat di Negara Panjer untuk menjalani takdir besarnya. Dalam perjalanan, ia bertapa di beberapa tempat guna memohon petunjuk dari Yang Maha Kuasa. Salah satu tempat pertapaannya adalah di Gunung Koembang yang oleh masyarakat setempat kini lebih dikenal dengan nama Gunung Puyuh di desa Suratrunan Kecamatan Alian Kabupaten Kebumen. Dalam pertapaannya di Gunung Koembang (tempat tersebut merupakan situs kuno yang telah ada jauh sebelum kedatangan Raden Putra “dimungkinkan dahulunya merupakan Punden Berundak”) Raden Putra mendapat petunjuk untuk meneruskan perjalanan menuju ke Kaleng (kini masuk wilayah Kecamatan Puring).

Perjalanan dari Gunung Koembang akhirnya sampai ke daerah Kaleng. Dikisahkan bahwa Raden Putra kemudian beristirahat di bawah pohon Gendayakan. Tubuh Raja Pandita yang tengah keletihan ini ternyata memancarkan sinar yang amat terang dan terlihat oleh Ki Ageng Kaleng. Tokoh pemimpin dari wilayah Kaleng itu pun segera tahu bahwa orang yang berada di bawah pohon Gendayakan tersebut adalah seorang yang linuwih. Ia segera menghampiri dan setelah menanyakan nama dan asal usulnya, Raden Putra pun diajak ke rumahnya. Setelah beristirahat di Kaleng, Raden Putra diajak Ki Ageng Kaleng ke rumah Kyai Ayah yang pada saat itu sedang mengadakan sebuah pesta.

Dari Ayah, Raden Putra diantar oleh Kyai Ayah menuju kediaman Buyut Kejawar di Kejawar, sedangkan Ki Ageng Kaleng kembali ke kediamannya. Dari Kejawar Raden Putra diantar oleh Ki Buyut Kejawar menuju ke Pasir Luhur. Setelah menetap selama lima bulan di Pasir Luhur, Raden Putra meneruskan perjalanan menuju Pajajaran.

Source https://kebumen2013.com https://kebumen2013.com/situs-pertabatan-brawijaya-v-ratu-kembar-raden-suputra-di-suratrunan-alian-kebumen/
Comments
Loading...