Situs Masjid Pucok Krueng ( Masjid Beracan) di Kab. Pidie Jaya

0 142

Situs Masjid Pucok Krueng ( Masjid Beracan) di Kab. Pidie Jaya

Masjid Pucok adalah sebuah masjid yang didirikan pada tahun 1622 oleh Tgk. Syeh Abdus Salim seorang saudagar dari Madinah pada masa Sultan Iskandar Muda, Masjid ini dibangun atas persetujuan Masyarakat setempat. Pembangunan Masjid ini dilaksanakan secara bergotong royong dengan mencari kayu di pengunungan Meredu Proses pembangunan Masjid membutuhkan waktu selama 2 tahun Masjid ini terletak pada area (TB) Tanah Timur Barat 75 meter dan (TU) Utara Selatan 56 meter, tepatnya di pinggir jalan raya lintas Banda Aceh ke arah Medan atau dikenal dengan Masjid Simpang Beuracan, Gampong Kuta Trieng, Kecamatan Meureudu Provinsi Aceh. Masjid berdiri diatas tanah yang Luas keseluruhan 1.800 m², dengan status tanah wakaf, dengan luas bangunan 300 m². dan letak dengan posisi secara geografis UTM : N 05º14’02.18” E 0961º17’04.13”. Masjid ini terbuat dari kayu dengan atap seng dengan bentuk tumpang 3 dan mempunyai kubah. Masjid ini juga masih aktif digunakan oleh masyarakat setempat walaupun sudah ada masjid yang baru.

Masjid Pucok Krueng berusia 394 tahun masih berdiri kokoh tidak roboh walaupun dengan goncangan gempa bumi berkekuatan 6,5 skala richter menguncang Pidie Jaya, yang terjad tepatnya pada pukul 5.03.36 WIB, tanggal 7 Desember 2016.

Bangunan Masjid ini terdiri 16 tiang dan yang dipakai 12 tiang penyangga atap pertama pada sisi Masjid, 4 tiang penyangga atap, Masjid ini terbuat dari kayu dan beratap seng, hanya berapa kontruksi yang terbuat dari beton yang mengalami retak dan roboh akibat gempa antara lain dinding Masjid pada sisi barat

Kabupaten Pidie Jaya adalah salah satu kabupaten di Provinsi Aceh yang ibukotanya Meureudu, Kabupaten secara geografis berada pada 4º54’ 15,702”N sampai 5º18’ 2,244”N dan 96º1’ 13,656”E sampai 96º22’ 1,007”E. Secara topografi Kabupaten Pidie Jaya berada pada ketinggian 0 mdpl s.d 2300 mpdl dengan tingkat kemiringan lahan antara 0 sampai 40%. Secara keseluruhan Kabupaten Pidie Jaya rawan terhadap banjir dan erosi.

Bangunan Masjid tua ini sudah beberapa kali direhab, pertama sekali direhab pada tahun 1947 dengan mengunakan dana swadaya masyarakat ketika itu luas masjid 10 m x 10 m dengan atap rumbia kemudiann diperbesar menjadi 13 m x 13 m dan atapnyapun juga diganti dengan seng, kemudian masyarakat membuat dinding semen sebagai pembatas sekeliling masjid dengan ketinggian 95 cm. Kemudian direnovasi lagi pada tahun 1990 oleh Gubernur Ibrahih Hasan dengan membuat dinding kayu yang berukir pada sekeliling masjid. Keberadaan masjid digunakan sebagai sarana ibadah, belajar agama dan melaksanakan kegiatan sosial serta menjdi tempat berkumpul warga masyarakat untuk mengatur strategi dalam penyebaran sariat islam ke seluruh pelosok desa meuredu kab. Pidie.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbaceh/situs-masjid-pucok-krueng-masjid-beracan-di-kab-pidie-jaya/
Comments
Loading...