situsbudaya.id

Situs Lebak Kosala Banten

0 72

Lokasi Situs Lebak Kosala

Situs Lebak Kosala terletak di Kabupaten Lebak, Banten.

Situs Lebak Kosala

Situs Lebak Kosala adalah sebuah situs megalitik, situs ini terdiri dari lima undakan dengan arah timur-barat menghadapi puncak Gunung Kasola. Tidak jauh dari situs terdapat kolam tempat mereka menyucikan diri sebelum melakukan aktivitas ritual. Hal yang menarik untuk diamati adalah adanya jalan setapal yang terbuat dari batu pipih bahkan ada yang dibuat membentuk tangga, menghubungkan antara satu undakan ke undakan berikutnya.

Terdapat juga batu bulat yang oleh masyarakat setempat dikenal dengan sebutan “Batu Pelor” karena bentuknya yang bulat menyerupai peluru. Ditemukan juga sejumlah pecahan keramik lokal dan asing. Pecahan keramik lokal dibuat dengan teknik roda putar dan hiasannya dibuat dengan teknik tera atau tekan. Pecahan keramik asing diperkirakan dari abad ke-14atau ke-15 Masehi. Ditemukan juga sebuah arca setinggi 50 cm yang dikenal dengan “Arca Kosala”.

Tinggalan arkeologi di situs Kosala mengacu pada Kosala sebaga situs upacara, mulai dari masa megalitik (prasejarah) hingga masa Hindu Budha khususnya agama Hindu(Saiwa), bahkan pada pasa Islam.

Selain itu situs Kosala merupakan tempat pertemuan tujuh orang leluhur yang dipercaya dapat membawa berkah bagi orang-orang yang menziarahinya. Ketujuh leluhur itu adalah Leluhur Parungkujang atau Prabu Siliwangi (bidang kepangkatan/jabatan), Leluhur Sajra atau Abuya Kayu Buyut Mangun Tapa (bidang keselamatan), Leluhur Menes atau Kyai Sapuling Sakti (bidang agama), Leluhur Pangawinan (bidang pertanian), Leluhur Parahyang (tempat para Hyang atau leluhur/dewa), Leluhur Sobang (tempat ziarah orang Baduy Karang) dan Leluhur Bonbgbang tidak boleh dikunjungi oleh orang yang beragama Islam.

Situs ini terletak diantara dua sungai yaitu sungai Cipamali dan sungai Cibaduy yang mengairi kulah. Menurut kepercayaan, orang Baduy Karang yang akan menuju situs pada waktu muja, tidak boleh menginjak air sungai Cipamali karena air itu dianggap suci.

Pemujaan kepada tujuh leluhur itu diduga sesuai dengan fungsi tinggalan arkeologi teras demi teras yang tampaknya tidak mengacu pada perjalanan upacara seperti pada bangunan teras berundak laninnya yang berjalan dari teras satu hingga teras teratas sebagaimana situs Arca Domas di Baduy. Setiap teras mempunyai altar-altar yang berfungsi sesuai dengan maksud pemujaan. Dengan demikian agaknya setiap teras dengan altar-altarnya dapat menjadi tempat pemujaan yang berdiri sendiri sesuai dengan maksud si pemuja.

Source https://id.wikipedia.org/wiki/ https://id.wikipedia.org/wiki/Situs_Lebak_Kosala
Comments
Loading...