Situs Krapyak Yogyakarta

0 19

Situs Krapyak

Dalam kehidupan keluarga bangsawan kerajaan di masa lalu ada kebiasaan menarik adalah rekreasi dengan cara berburu. Kegiatan berburu tampaknya telah menjadi tradisi di kalangan pewaris kerajaan Mataram. Tinggalan yang menunjukkan tempat kegiatan berburu bagi bangsawan kerajaan adalah Krapyak. Pada mulanya kawasan ini berupa hutan dengan banyak jenis binatang hutan, sehingga digunakan sebagai tempat berburu keluarga raja baik pada masa Kerajaan Mataram maupun Yogyakarta, bahkan menurut cerita di hutan ini pulalah Prabu Hanyokrowati atau Mas Jolang pada tahun 1613 mengalami kecelakaan dan meninggal. Oleh karena itu, Prabu Hanyokrowati disebut pula sebagai Pangeran Sedo Krapyak.

Walaupun sebagai kawasan hutan lindung dan tempat perburuan, didominasi oleh rusa atau menjangan, sehingga sebagian orang menamakan tempat ini dengan istilah kandang menjangan. Krapyak sebagai tempat perburuan juga dilengkapi dengan pesanggrahan, dengan taman air, tempat istirahat seperti halnya pesanggrahan Keraton Yogyakarta. Pada masa pemerintahan Sultan Agung juga membangun krapyak sebagai tempat untuk berburu keluarga raja dan para pembesar kerajaan. Hal tersebut telah dicanangkan pada saat Sultan Hamengku Buwana I melakukan babad alas hutan Beringin untuk pembangunan Kraton pada tahun 1755, beliau memerintahkan agar menyisakan sebagian hutan bagian selatan untuk keperluan tempat berburu binatang.

Situs Krapyak terletak ± 3 Km di sebelah selatan Kraton Yogyakarta, merupakan hutan lindung sebagai tempat perburuan raja dan keluarganya serta para pejabat kerajaan. Oleh karena itu hutan krapyak sekaligus berfungsi sebagai tempat memelihara binatang seperti kijang dan sejenisnya. Menurut Laporan inventarisasi BP 3 Yogyakarta pada tahun 1984 – anbeberapa sisa bangunan, misalnyakolam terdapat di sebelah timurbangunan Panggung Krapyak.

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ngayogyakarta-hadiningrat/mataram-islam/789
Comments
Loading...