Situs Kompleks Benteng Baterai B Aceh

0 32

Situs Kompleks Benteng Baterai B

Situs Kompleks Benteng Baterai B berada di Pulau Sabang Kecamatan Suka Karya Desa  Aneuk Laot,  Kota Sabang. Privinsi Aceh.  Secara astronomis berada pada koordinat N 05° 52’ 33, 1” dan E 95° 19’ 15,7”,  Situs ini berada pada  ketinggian kurang lebih 50 meter dari permukaan laut. Untuk mencapainya dapat menempuh  lebih kurang 5,5 km  dari pusata kota Sabang  yang dapat dijangkau dengan kenderaan roda empat dan masuk kedalam ke arah barat daya sekitar  225 meter dari jalan raya.Luas lahan situs ini0,582 hektar dengan. dataran tinggi yang berbatasan langsung dengan jurang terjal pada kemiringan sekitar 80°, dan  situs ini berhadapan langsung dengan garis pantai Teluk Krueng Raya yang berada di sisi utara.

Kondisi Situs menunjukkan sepanjang jalan menuju situs banyak pepohonan  hutan Pulau Weh sebagai daerah tropis.  Pepohonan yang padat terdiri dari pohon Tampu, Mentaling, Ara, GelumpangBueringin,Asam Kandis, Damar Laut, Bungo, Kenari, Ketapang dan lain-lain. Secara umum di situs ini dijumpai pepohon dominan dengan pokok dan batang yang relatif kecil dan berduri, danrimbun.  Di bawah pohon-pohon ini tumbuh semak belukar dan terdiri dari tumbuh-tumbuhan yang berbatang lampai dan berduri,berbagai jenis pohon menjalar, dan jenis rotan.

Secara umum, areal lahan situs Benteng Beterai B saat ini termasuk kawasan yang berada dalam pengawasan dan pengelolaan TNI Angkatan Laut/ Lanal Sabang. Meskipun demikian, pada beberapa areal terlihat batas kepemilikan tanah warga berupa kebun yang berada dalam kondisi tidak terawat dan menunjukkan batas-batas yang jelas seperti pagar pembatas masing-masing kapling. Areal situs pada dasarnya relatif dekat dengan konsentrasi pemukiman penduduk yang terpola mengikuti di sepanjang jalan raya, termasuk rumah dinas prajurit TNI-AL, dan beberapa rumah sederhana di sekitar jalan masuk menuju situs.

Beberapa bangunan peninggalan kolonial Jepang yang berada di situs ini  didirikan mengikuti bentuk topografi lahan di dataran yang relatif lebih tinggi dibanding dengan dataran di sekitarnya. Secara umum situs ini memiliki batas-

batas wilayah sebagai berikut:

–          sebelah utara berbatasan dengan tepi jurang

–          sebelah selatan berbatasan dengan kebun

–          sebelah timur  berbatasan dengan kebun

–          sebelah barat berbatasan dengan kebun.

 Bangunan dan struktur merupakan komponen pelengkap secara fungsional dimanfaatkan sebagai benteng pertahanan. Deskripsi berikut:

Benteng Baterai B merupakan  beton cor bertulang untuk  kebutuhan pertahanan dan perlindungan militer. Dalam istilah militer,  bangunan benteng baterai dapat diartikan sebagai benteng pertahanan dari kesatuanyang terdiri atas beberapa meriam berat beserta pasukan yang mengoperasionalkannya. Bangunan benteng terdiri dari dua buah ruang tertutup yang sebagian strukturnya terkesan tertutup tanah dan hanya memperlihatkan fasad bangunan.

Hubungan antara bagian dalam dan luar bangunan hanya dilayani oleh satu pintu masuk. Secara sepintas, bentuk benteng hanya menampakkan fasad bangunan yang menghadap ke arah timur dan dilengkapi dengan sebuah pintu masuk dan tiga jendela. Pada bagian depan benteng terdapat pekarangan berbentuk seperti lingkaran yang dibatasi oleh turap. Keseluruhan bangunan seolah dibangun di dalam dinding bukit dan memanfaatkan topografi lahan yang ada. Bangunan juga terlihat berada di atas permukaan tanah yang lebih rendah bila dibandingkan dengan lingkungan sekitarnya.

Benteng Baterai B berukuran 9,58 m x 7,2 m yang membujur dari arah selatan ke arah utara. Pintu masuk berukuran  1,85 m x 0,9 m yang pada sisi kiri dan kanannya masing-masing terdapat sebuah bukaan yang berbentuk seperti pintu berukuran 1,85 m x 0,66 m. Selain itu juga terdapat sebuah lubang jendela yang berada di sisi utara dinding benteng berukuran 1,32 meter x 0,85 m. Bagian depan bangunan ini menunjukkan dinding yang memiliki ketebalan 1,10 m. Pada bagian atas fasad bangunan terdapat profil berbentuk pelipit dan sisi genta sebagai batas atas fasad bangunan.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbaceh/403/
Comments
Loading...