Situs Ki Singapatra / Patramenggala Kebumen (1500–1700)

0 19

Situs Ki Singapatra / Patramenggala

Situs Pamokshan Ki Singapatra berada di Kelurahan Kebumen, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen, Provinsi Jawa Tengah. Situs ini berada di kompleks pemakaman umum warga Kelurahan Kebumen, lebih – kurang 700 m dari Kantor Kecamatan Kebumen, Gedung/Sanggar Pramuka Kebumen, dan Klenteng Kebumen. Kompleks pemakaman ini sekaligus menjadi batas wilayah dengan Kelurahan Panjer.

Menurut riwayat, Ki Singapatra masih memiliki alur keturunan keluarga Majapahit. Ia melakukan perjalanan ke barat hingga di tepian sungai Luk Ula. Hal ini juga dilakukan oleh keturunan Majapahit lainnya yang tersebar di kabupaten Kebumen seperti: Gajah Mada di Punden Majapahit Sadang/Sadeng kemudian menuju ke selatan dan Moksha di Panjer, perjalanan Harya Baribin (salah satu putra Raja Majapahit) dari Majapahit – gunung Kumbang desa Suratrunan Alian – Kaleng – Pajajaran – kembali ke timur dan berakhir di Grenggeng, Perjalanan Harya Surengbala/Jaka Lancing dari Majapahit – Gesikan Panjer – Gunung Geong – berakhir di Mirit. Pertapaan Danang Sutawijaya di Kaligending, Pertabatan Sultan Agung Hanyakrakusuma, Sultan Amangkurat I, P. Mangkubumi dan Pangeran Dipanegara di Panjer, petilasan Untung Surapati di Karanggayam, makam Ki Ageng (Sunan) Geseng di Pedegolan – Kutowinangun dan lain – lain.

Ki Singapatra bertapa di tepi sungai Luk Ula hingga mendapat petunjuk/sasmita untuk membuka wilayah tersebut menjadi tempat tinggalnya (seperti juga yang dilakukan oleh Ki Malangyudha di hutan Jati Klirong yang kemudian menjadikannya sebagai sebuah desa yang dinamakan Alas Malang/Jatimalang). Dipekirakan kedatangan Ki Singapatra di daerah tersebut sekitar tahun 1500-an hingga Moksha sekitar tahun 1700. Beliau dianugerahi usia lanjut seperti juga Ki Ageng (Sunan) Geseng dan Sunan Kalijaga.

Setelah Ki Singapatra membuka wilayah tersebut, warga dari berbagai daerah lain berdatangan dan ikut bermukim. Wilayah Pemukiman itu berkembang ke arah timur dan utara kemudian dinamakan Desa Trukahan yang kini menjadi Desa Kebumen. Para pendatang yang semakin banyak pun kemudian mendirikan Dukuh (Padukuhan). Pada masa itu masuklah Ki Ageng (Sunan) Geseng ke wilayah Trukahan dan menjalin hubungan baik dengan Ki Singapatra.

Mereka kemudian mendirikan sebuah padepokan ilmu kanuragan dan spiritual keagamaan yang hingga masa perang Dipanegara digunakan sebagai tempat penyusunan strategi pasukan Panjer dibawah pimpinan Senopati Jamenggala. Tempat tersebut kemudian digunakan total sebagai tempat ibadah yang direhab pada tahun 1841 (kini menjadi masjid Darussalam Kelurahan Kebumen). Artinya tempat ini telah ada jauh sebelum didirikannya Masjid Agung Kauman Kebumen yang dibangun oleh KH. Imanadi tahun 1834 (penghulu pertama kabupaten Kebumen). Masjid dan situs Ki Singapatra juga telah dipetakan Belanda dalam “Keboemen Hermeeten, 1900”.

Source https://kebumen2013.com https://kebumen2013.com/situs-ki-singapatra-kebumen-1500-1700/
Comments
Loading...