Situs Ketawanggede Dengan Watugong-nya

0 31

Situs Ketawanggede Dengan Watugong-nya

Tidak semua situs sejarah berada di daerah pinggir yang jauh dari pemukiman. Situs Ketawanggede menjadi bukti akan hal itu.

Situs Ketawanggede terletak di tengah kota yang sangat padat penduduknya, letaknya berada di samping Universitas Brawijaya Malang. Lokasinya tepat berada di halaman parkir restoran cepat saji Mc Donald yang ada di Jalan MT Haryono.

Di sebuah tempat yang ada pagarnya ini, situs Ketawanggede terkumpul dan terdiri dari beberapa batu andesit yang berbentuk seperti batu gong, potongan miniatur candi, dan dua buah Yoni yang terbuat dari batu andesit yang sudah rusak. Yoni yang berbentuk kotak itu oleh masyarakat setempat lebih sering disebut sebagai lumpang kotak.

Situs Ketawanggede adalah peninggalan agama Hindu, Batu Gong yang kemudian menjadi nama kampung Watu Gong tersebut lebih berbentuk umpak yang digunakan untuk menahan tiang bangunan yang biasanya terbuat dari kayu.

Diperkirakan, keberadaan situs Ketawanggede merupakan peninggalan dari Kerajaan Kanjuruhan. Sebuah kerajaan yang diperkirakan tertua di Jawa Timur dengan penguasa yang terkenal bernama Raja Gajayana. Para ahli memperkirakan jika di sekitar tersebut masih ada peninggalan yang lain misalnya Candi, namun pencarian itu urung dilakukan karena tanah yang ada di sana sudah sepenuhnya milik restoran cepat saji tersebut.

Meski berita keberadaan situs Ketawanggede baru hadir di era tahunpun 2012, nyatanya situs tersebut sudah ada di catatan Belanda di tahun 1907 dan 1927, menurut catatan itu batu-batu itu dulu berserakan di pinggir jalan sebelum dikumpulkan dan disimpan dalam sebuah cungkup.

Kabarnya, dulu di sana juga terdapat tiga buah lingga, arca Ganesha dan arca lembu Nandi. Kini keberadaannya sudah tidak ada karena sudah disimpan di Museum maupun Gedung Kelurahan Ketawanggede. Sayangnya, ketidaktahuan masyarakat dulu tentang benda sejarah juga membuat batu-batu sebesar gong dihancurkan kemudian digunakan untuk membuat rumah, dan yang ada di sana adalah sisa saja.

Sementara itu, pihak Disbudpar Malang menyatakan jika keberadaan situs Ketawanggede sudah diteliti. Namun, pihak pemkot Disbudpar tidak memindahkannya ke Museum Mpu Purwa karena pihak pemilik resto cepat saji menyatakan ingin melakukan perawatan.

Source https://ngalam.co https://ngalam.co/2016/05/05/situs-ketawanggede-dengan-watugongnya/
Comments
Loading...