Situs Katue Sulawesi Selatan

0 84

Lokasi Situs Katue

Situs Katue terletak di Desa Manurung, Kecamatan Malili Kabupaten Luwu Timur tepatnya di sisi timur Sungai Cerekang, Sulawesi Selatan.

Situs Katue

Sama halnya di Ussu di wilayah Cerekang juga terdapat banyak tempat yang dikeramatkan oleh penduduk. Salah satu tempat yang dikeramatkan di Cerekang adalah Bukit Pensiwawoni. Tempat ini dipercaya sebagai tempat turunnya Sawerigading dari langit sehingga tempat ini sangat dijaga atau dilindungi, dan hingga sekarang lokasi ini menjadi tempat pengambilan air suci untuk keperluan upacara kerajaan Luwu di Palopo. Khusus Situs Katue oleh penduduk Cerekang tidak terlalu dikeramatkan.

Keterangan yang diperoleh dari penduduk setempat diketahui bahwa Situs Katue merupakan pemukiman tua-awal masyarakat Cerekang sebelum dipindahkan ke pinggir jalan poros Cerekang-Wotu oleh pemerintah Belanda sekitar tahun 1930-an.  Nama Katue sebenarnya tidak ditemukan dalam epik Lagaligo atau teks klasik Bugis dan tidak terkait dengan legenda Sawerigading. Meskipun demikian pemberian nama Katue oleh masyarakat Cerekang memiliki arti “Tua”, yang menegaskan bahwa situs tersebut memiliki latar belakang sejarah cukup penting dan mungkin sekali telah di okuvasi pada periode Dinasti Luwu mulai muncul atau dari masa yang lebih tua lagi, yaitu periode neolitik hingga awal-awal masehi.

Ketuaan Situs Katue pertama kali terkuak dari hasil penelitian OXIS tahun 1999 yang menemukan sejumlah manik-manik kaca dan pecahan-pecahan tembikar serta artefak dari logam mulia. Berdasarkan pertanggalan relatif terhadap manik-manik kaca yang diduga berasal dari Cina itu, maka situs Katue di okuvasi dari abad X-XIV M (Bulbeck dan Prasetyo, 1999:43). Dari pertanggalan itu, maka Katue dapat dianggap bagian penting dalam pertumbuhan awal Dinasti Luwu yang disebut oleh Pelras, 1996 sebagai “Zaman Galigo”.

Selanjutnya pengumpulan data lanjutan di situs Katue oleh tim penelitian Balar Makassar tahun 2008 ini dengan memperluas radius survei dari pusat konsentrasi temuan manik-manik yang terdapat di sekitar perkebunan coklat milik Bapak Daeng Makilo. Radius konsentrasi manik-manik dan tembikar kurang lebih 130 meter pada sumbu barat laut-tenggara. Dari pengamatan yang dilakukan pada permukaan situs, tampaknya temuan manik-manik dan tembikar hanya terlihat pada bagian tanah yang tersingkap untuk pembuatan parit pengairan pohon coklat saja. Sedang pada bagian tanah yang tidak tergarap (insitu),  temuannya (artefak) sangat minim.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-56/situs-katue-cerekang.html
Comments
Loading...