Situs Kassi Sulawesi Selatan

0 51

Lokasi Situs Kassi

Situs Kassi terletak di dalam wilayah lingkungan Kassi, Kelurahan Tonro Kassi Barat, Kecamatan Tamalatea Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Situs Kassi

Keseluruhan dari morfologi dan lensekap situs adalah dataran tinggi (bukit) yang bergelombang lemah hingga sedang dan sisi selatan dari situs ini merupakan tebing yang bersinggungan dengan laut.

Pada beberapa wilayah situs tampak adanya singkapaan lapisan tufa dan bongkahan batuan besar lainnya yang insitu, sedang bolder-bolder batuan (kalsedon, tufa dan gamping yang sudah terlepas dari batu induknya)  sebagai bahan dasar pembuatan alat batu banyak dijumpai dipermukaan situs, khususnya pada areal perkebunan di bagian utara dari taman rekreasi. Mengingat kondisi tata guna lahan situs sebagian menjadi taman rekreasi, maka dengan sendirinya tanah beserta tumbuhan di atasnya terkonservasi dengan baik. Oleh sebab itu, di areal situs masih banyak dijumapi pohon besar berumur tua, misalnya pohon aluppang, beringin, flamboyan, kapuk hutan, bambu, mangga dan lain-lain.

Selanjutnya hasil pengamatan yang dilakukan pada areal perkebunan memberi petunjuk bahwa areal tersebut  kemungkinan menjadi sentrum pembuatan alat batu, dengan indikator berupa  bolder beserta limbah batu alat banyak terkonsentrasi di tempat ini. Tampaknya pembuatan alat di situs ini tidak sepadat dengan situs Kalimporo dan Karama, sebab dari kolekting temuan yang dilakukan hanya sebagian kecil serpih batu yang memiliki ciri-ciri teknologi sebagai alat, selebihnya hanya berupa batuan dasar dan tatal batu saja.

Selain itu, di tempat ini juga ditemukan fragmen kerang yang berasosiasi dengan artefak dari masa kemudian (tembikar dan keramik). Kehadiran kerang ini, tentu saja semakin memperkuat asumsi bahwa situs ini menjadi pilihan hunian di masa berburu tingkat lanjut (Mesolitik), sebab kerang merupakan salah satu sumber makanan (protein) manusia di masa itu. Sedang temuan frgamen tembikar dan keramik di situs ini, memberi petunjuk bahwa situs Kassi selalu menjadi pilihan hunian manusia dari masa ke masa.

Khusus lahan yang menjadi permukiman penduduk setempat terkonsentrasi sepanjang tepi jalan poros Jeneponto-Makassar, sedang areal situs membentang dari belakang pemukiman penduduk hingga ke tepi pantai. Kurangnya artefak batu yang ditemukan di situs ini, kemungkinan disebabkan oleh sebagian besar areal situs tidak tergarap (sebagai lahan perkebunan) menjadikan artefak batu, kemungkinan  terendap dalam tanah (tidak tersingkap di permukaan tanah).

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-52/situs-kassi.html
Comments
Loading...