Situs Karama I Sulawesi Selatan

0 92

Lokasi Situs Karama I

Situs Karama I terletak di dalam wilayah dusun Karama, Desa Banrimanurung, Kecamatan Bangkala Barat, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Situs Karama I

Morfologi lahan situs secara keseluruhan merupakan bentang alam perbukitan gelombang lemah diselingi oleh lembah subur di sebelah timur dan baratnya. Di sebelah timur terbentang lahan persawahan di antara perbukitan rendah yang sampai sekarang hanya produktif pada musim hujan karena belum adanya sistem irigasi. Kondisi lahan di sebelah barat nampak memiliki pedataran yang lebih luas, sekarang umumnya menjadi areal persawahan penduduk.

Secara sporadis pada beberapa bagian permukaan situs tampak adanya singkapan batuan tufa dengan humus tipis (lihat foto). Kondisi lapisan tanah yang berlapis batuan pada situs tersebut menjadikan lahan kurang subur dan hanya dapat diolah ketika musim hujan tiba. Vegetasi tanaman yang dapat dibudidayakan pun terbatas pada tanaman sereal usia pendek (seperti jagung) atau sayur-sayuran. Tumbuhan jangka panjang yang kelihatan tumbuh sangat terbatas pula, seperti kelapa, asam, nangka. Hal ini disebabkan potensi air sangat terbatas, bahkan cenderung hilang pada musim kemarau.

Sungai-sungai kecil yang mengalir dari barat ke lembah subur (persawahan) sebelah timur memiliki debit air sedikit. Sungai-sungai tersebut hanya mengalir pada musim hujan dan pada musim kemarau akan kering.  Kondisi ini tidak banyak bisa membantu penduduk dalam mengelola lahan sekitar situs.

Dengan kondisi demikian, lahan situs hampir semua dimanfaatkan untuk perkebunan sereal dan palawija saja pada musim hujan. Pada musim kemarau lahan perkebunan terlantar dan sangat kering.  Sebagian kecil lahan situs dimanfaatkan sebagai pemukiman, terutama di kedua sisi jalan poros jalan Makassar — Jeneponto. Para pemukim yang tinggal di sisi jalan pada umumnya merupakan pemilik lahan perkebunan yang terletak di belakang rumahnya. Pada lahan perkebunan itulah singkapan batuan yang menjadi bahan dan alat batu dari masa prasejarah ditemukan berasosiasi dengan cangkang-cangkang kerang laut, tembikar (neolitik) dan artefak dari masa sejarah (keramik dan gerabah). Eksistensi artefak yang bervariasi tersebut memberi petunjuk bahwa situs ini diokupasi secara bersinambung.

Dari pengamatan yang dilakukan terhadap lingkungan situs, memberi petunjuk bahwa situs Karama I merupakan situs perbengkelan alat batu sekaligus tempat bermukim. Variabel pemukiman yang dimaksud berupa sebaran bolder-bolder batu (kalsedon, tufa dan gamping)  banyak terdapat di permukaan situs, baik yang tersingkap secara alami maupun sudah terlepas dari intinya yang bercampur dengan tatal batu alat (limbah) dan batu alat (stone tools). Daya dukung lingkungan situs Karama untuk menjadi pilihan pemukiman manusia prasejarah sangat dimungkinkan oleh keletakannya yang tidak terlalu jauh dari laut (kurang lebih 1 Km) dan sungai-sungai kecil disekitarnya serta berada tidak jauh dari aliran Sungai Allu (berjarak kurang 2-3 Km di sebelah timur situs) yang menjadi sumber kehidupan manusia pendukung budaya batu di situs Karama, di samping  sumber daya nabati (tumbuhan) yang tumbuh disekelilingnya.

Sebaran artefak di situs Karama I  mencapai kisaran 5 km persegi, dan konsentrasi alat batu beserta batu inti maupun limbah batunya ditemukan pada sisi jalan aspal (poros Jeneponto-Makassar), sedang semakin ke arah selatan (ketinggian) dari situs Karama ini, semakin berkurang jumlah artefak maupun limbahnya yang ditemukan dipermukaan situs.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-50/situs-karama-i.html
Comments
Loading...