Situs Kalimporo Sulawesi Selatan

0 38

Lokasi Situs Kalimporo

Situs Kalimporo terletak di dalam wilayah Dusun Masago, Desa Tanatoa, Kecamatan Bangkala Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Situs Kalimporo

Bentang lahan permukaan situs juga mendapat pengaruh tufa akibat aktivitas gunung api purba di masa lalu. Tufa-tufa nampak jelas pada punggung dan lereng bukit, tetapi pada kaki dan pedataran di sekitarnya tertutup humus tebal yang berasal dari pengendapan erosi sungai Allu yang mengalir dari Utara ke Selatan menuju Laut Flores. Humus tebal di kaki perbukitan rendah juga sebagai akibat dari longsoran dari atas bukit. Aktivitas erosi dan longsoran dari waktu ke waktu memberi daya hara tanah tinggi, sehingga mengakibatkan tanah di sekitar situs Kalimporo subur.

Tanah subur berhara tinggi di kawasan situs Kalimporo diolah penduduk menjadi lahan persawahan dan perkebunan, selain pemukiman yang memanjang mengikuti poros jalan utama. Kondisi lahan yang cukup subur pada zona punggung sampai kaki perbukitan dijadikan penduduk sebagai kebun palawija, sedangkan pedataran dijadikan lahan persawahan dan permukiman. Penduduk menanam tanaman jangka pendek pada kebun-kebun mereka, berupa jagung, sayur-sayuran dan kacang tanah. Lahan persawahan di wilayah ini pada musim hujan ditanami padi, sementara pada musim kemarau ditanami bawang atau kacang tanah dengan memompa air dari sungai Allu, sekitar 150 meter ke arah barat.

Lahan situs yang disurvei seluas kurang lebih 4 ha merupakan milik Bapak Palutturi (73 tahun) pada sebuah pedataran yang diolah menjadi lahan perkebunan mangga dan kelapa. Di sebelah selatan zona situs mengalir anak sungai Allu dari timur memasuki induk sungai di sebelah baratnya. Klauster situs ini di sebelah utara berbatasan dengan lahan persawahan; sebelah timur kebun kelapa dan persawahan; sebelah selatan persawahan; dan sebelah barat pemukiman dan perkebunan kelapa.

Di dalam area situs yang disurvei permukaan lahan relatif datar, kecuali sedikit pada bagian tengah yang berbatasan dengan kebun kelapa agak rendah dan tergenang air pada musim hujan. Permukaan situs yang bersih tampak tumpukan bolder dan kerakal batuan bahan alat batu yang dikumpulkan penduduk sekarang, sehingga membentuk teras atau bidang persegi empat panjang atau bentuk “L”. Di dalam lahan ini selain mangga dan kelapa sebagai tanaman pokok, dijumpai pula tanaman pisang, jeruk, lontar, kapok, jambu mente, palm, nanas, dan jambu klutuk.

Pada situs ini potensi air sangat melimpah pada musim hujan, bahkan sejajar dengan muka tanah. Pada musim kemarau muka air tanah menyusut sampai kedalaman 7 meter dari permukaan tanah. Sumber air lainnya pada anak sungai juga berkurang, bahkan pada puncak musim kemarau dapat menjadi kering.

Di atas permukaan tanah tersingkap sisa moluska, fragmen gerabah serta keramik (dari berbagai negara dan dinasti). Kehadiran jenis temuan tersebut memberi pentunjuk bahwa rentang waktu hunian manusia di situs Kalimporo berlangsung dari masa ke masa. Selain itu, pada permukaan tersebar bahan alat batu jenis kalsedon, chert, dan batuan sabak. Jenis batuan ini direpresentasikan oleh alat-alat batu yang ditemukan, berupa mata panah, flakes, tatal dan batu inti. Semua alat batu yang tersingkap di tanah disebut “batu taroto” yang berarti tajam.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-49/situs-kalimporo.html
Comments
Loading...