Situs Jerae Suppa Pinrang Sulawesi Selatan

0 119

Lokasi Situs Jerae

Situs Jerae terletak di Suppa, Pinrang, Sulawesi Selatan.

Situs Jerae

Situs ini merupakan kompleks pemakaman Raja-raja Suppa, dan secara geografis berada pada garis lintang 3 derajat 57’51.3” Lintang Selatan dan 119 derajat 36’ 22.8” Bujur Timur dengan ketinggian 21-25 meter di atas permukaan laut. Lokasi utama diyakini oleh masyarakat sebagai tempat pemakaman raja-raja dan Wali Suppa (La Muhamma dengan gelar Lato Penennna) beserta kerabatnya, termasuk di antaranya Arung Pone XXIX bernama Besse Kajuara, dan Datu Suppa  XX bernama Tenri Awaru/Pancaitana.

Lokasi kompleks pemakaman menempati tanah yang agak tinggi dibanding tanah yang ada disekitarnya  dan permukaan tanahnya tampak singkapan batu-batu karang. Keberadaan batu karang tersebut belum ada informasi pasti, apakah batu itu merupakan bagian lapisan asli atau didatangkan dari tempat lain. Berdasarkan rekaman memori para tetua masyarakat Suppa diyakini bahwa lokasi Jerae dan sekitarnya adalah pusat pemukiman dan pemerintahan Kerajaan Suppa masa lalu.

Pada Kompleks Makam Jerae memperlihatkan nisan-nisan Islam yang memiliki persamaan dengan daerah lainnya di Sulawesi Selatan. Tipe nisan yang dapat teridentifikasi, antara lain tipe Aceh, hulu keris, phallus berbentuk selinder, gada polos dan stilir, nisan pipih dan nisan kayu berbentuk gada selinder. Hampir semua makam yang teridentifikasi memiliki jirat distilir dengan sulur daun dan hiasan mendalion serta swastika sera sebagian diantaranya memiliki inskripsi aksara Arab pada nisan dan jirat. Sebagian besar makam kuno yang ada di kompleks ini kondisinya sudah terbongkar, sehingga nisan dan jiratnya banyak yang tercabut, hal ini mungkin disebabkan oleh teknik bangunnya adalah pasang-sambung. Jumlah makam di Kompleks Jerae kurang lebih 50 makam. Jika melihat tipe nisan yang ada di dalam kompleks Jerae memiliki persamaan dengan tipe nisan pada awal perkembangan di Sulawesi Selatan, misal tipe aceh, hulu keris dan gada selinder yang distilir, namun ada juga nisan-nisan yang memperlihatkan tipe dari masa-masa kemudian.

Indikasi arkeologis lainnya yang ditemukan di situs ini adalah pecahan keramik, antara lain berasal dari abad 16 M (Ming) dan 18 M (Cing dan eropa). Pecahan keramik di permukaan situs ini jumlahnya tidak banyak. Kondisi ini, kemungkinan disebabkan oleh rimbunnya tumbuhan disekitar situs. Vegetasi yang tumbuh, antara lain jati, mangga, bambu dan semak belukar. Permukaan situs tampaknya sengaja ditinggikan dengan susunan batu karang yang kemungkinan berfungsi sebagai penahan tanah dari erosi.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-65/situs-jerae-suppa-pinrang.html
Comments
Loading...