Situs Gunungkelir Istana Angkatapura Bantul

0 59

Situs Gunungkelir Istana Angkatapura

Amangkurat I menamakan makam itu Antaka Pura atau istana kematian. Tokoh utama yang disemayamkan di makam itu bernama Ratu Mas Malang. Ratu Mas Malang adalah salah satu garwa selir dari Amangkurat I yang karena sayangnya kemudian diangkat menjadi permaisuri. Sebelum menjadi istri Sang Raja, Ratu Mas Malang bersuamikan Ki Dalang Panjang Mas, seorang dalang tersohor sekaligus penulis kraton. Namun, Ratu Mas Malang sebenarnya bukan penghuni pertama makam itu. Sebelumnya, mantan suaminya, Ki Dalang Panjang Mas, sudah lebih dahulu dikebumikan di situ meski tidak berdampingan.

Memasuki areal makam, kontan disambut dengan suasana sunyi dan sepi. Kesan wingit dan angker pun segera menyelimuti Tamansari ketika berkunjung ke makam itu. Apalagi pohon-pohon tua seperti beringin tampak memayungi batu-batu nisan yang berwana hitam. Pagar yang terbuat dari batu putih setinggi hampir 2,5 meter tampak sudah tak utuh lagi. Secara keseluruhan ada 18 nisan yang membujur, 14 buah diantaranya tersusun dari batuan andesit monolith dan sisanya hanya ditandai dengan tumpukan batu putih.

Menurut Juru Kunci Makam, Surakso Sumarno alias Slamet, memang tidak banyak orang berziarah ke sini. “Hanya saja tempat itu pernah dikunjungi para seniman kondang dan beberapa tokoh nasional,” kata Slamet yang sayangnya enggan menyebutkan nama-nama orang penting negeri ini yang pernah berziarah di situ.

Slamet juga tidak membantah kalau di komplek makam itu kadang muncul peristiwa ganjil. Misalnya: di keheningan malam mendadak terdengar derap langkah kaki kuda, atau kadang terdengar alunan gamelan yang sedang mengiringi pergelaran wayang kulit seperti gendhing sampak. “Mau percaya tau tidak ya terserah,” ucapnya.

Memang, makam itu sengaja dibuat oleh Amangkurat I untuk istrinya, Ratu Mas Malang. Tapi, di tempat itu juga menyimpan jasad seorang dalang legendaris, Ki Panjang Mas. Tempat peristirahatan terakhir Sang Dalang itu berada di sudut barat laut. Nisannya diapit dua pohon beringin tua. Posisi makam Ki Panjang Mas terpisah dengan kelompok makam lainnya. Komposisi batu nisan Ki Panjang Mas hanya berupa onggokan batu diplester namun kini terlihat plesteran semennya sudah mengelupas.

Dari makam Ki Panjang Mas itu coba tengok sedikit ke kanan. Akan terlihat lima nisan di atas tanah yang agak tinggi. Nisan yang paling tengah adalah makam Ratu Mas Malang yang tak lain adalah Nyai Panjang Mas. Makam Ratu Mas Malang ini terletak di halaman tersendiri dan diberi pagar keliling berukuran 8,5 m x 11 m. Sedangkan di samping bawah nisan Ratu Mas Malang, teronggok belasan nisan tanpa nama. Kemungkinan besar itu merupakan kuburan para pengrawit atau penabuh gamelan dan pesinden, yang semuanya adalah anggota rombongan Ki Dalang Panjang Mas. Bahkan, konon sekotak wayang kulit yang biasanya digunakan Ki Panjang Mas mendalang berikut gamelannya juga dibenamkan di situ.

Meski makam Ki Panjang Mas dan Ratu Mas Malang tidak berdampingan, tentu ada segi historis yang melatarbelakanginya. Padahal kedua tokoh itu pernah hidup dalam ikatan suami-istri, walaupun akhirnya Ratu Mas Malang menjadi permaisuri Amangkurat I.

Source http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ http://navigasi-budaya.jogjaprov.go.id/ngayogyakarta-hadiningrat/mataram-islam/788
Comments
Loading...