Situs Gua Terowongan Sulawesi Tenggara

0 110

Lokasi Situs Gua Terowongan

Situs Gua Terowongan terletak di Desa Tetewatu, Kecamatan Wiwirano, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara.

Situs Gua Terowongan

Sekeliling situs merupakan lingkung perkebunan palawija, sayur-sayuran dan persawahan yang dikelola oleh masyarakat setempat dan sebagian wilayahnya adalah areal perkebunan kelapa sawit, baik yang diusahakan secara perorangan maupun yang dikelola oleh PTPN dan perusahaan swasta.

Orientasi gua menghadap ke Barat dengan ketinggian gua ± 30 meter dari permukaan tanah yang ada disekitarnya atau sekitar 100 meter di atas`permukaan laut. Proses pembentukan gua dari hasil pelapukan batu gamping (limestone) akibat rembesan air yang masuk ke dalam celah-celah batu sehingga terbentuk loronglorong gua. Lebar mulut gua adalah kurang lebih 7 meter, panjang kurang lebih 20 meter dan tinggi gua (dari lantai hingga atap gua) adalah 8-9 meter.

Gua ini memiliki banyak celah dan lorong yang mengarah ke utara serta memiliki ornamen, seperti stalagtit dan stalagmit. Selanjutnya intensitas cahaya dalam gua tergolong rendah (remang-remang) dan memiliki kelembapan yang tinggi akibat tetesan air dari langit-langit gua yang berlangsung secara terus-menerus sehingga dinding dan langit-langit gua dipenuhi oleh tumbuhan lumut, akibat rembesan itu memberi pengaruh permukaan lantai yang sebagian sudah runtuh atau miring.

Sesuai keterangan penduduk setempat bahwa gua ini diperuntukkan sebagai lokasi penguburan leluhurnya. Hal ini, sesuai indikasi arkeologis yang ditemukan dipermukaan gua, seperti tengkorak dan tulang belulang manusia, fragmen tempayan gerabah (polos dan hias) dan wadah kubur yang terbuat dari bahan kayu. Sebagian dari fragmen gerabahnya memperlihatkan teknologi khusus dimana bahannya memakai damar dan tanah liat. Jika melihat himpunan temuan arkeologis (khususnya fragmen gerabah) di dalam gua ini yang sangat padat, memberi petunjuk bahwa penguburan di gua ini berlangsung secara intensif dari generasi ke generasi, setidaknya hingga jauh memasuki masa sejarah.

Lanjut dari keterangan penduduk setempat bahwa fragmen gerabah yang tersebar dipermukaan gua adalah wadah penyimpanan tulang belulang leluhur mereka. Lanjut dari keterangan penduduk setempat bahwa dulunya wadah tersebut juga berisi benda-benda lain yang berfungsi sebagai bekal kubur. Sayangnya seluruh wadah tempayan tanah liat itu sudah dipecah oleh orang-orang yang datang untuk mencari barang-barang antik, sehingga yang tampak dan tersisa dipermukaan gua hanyalah beruapa pecahan gerabah saja.

Sementara berdasarkan bentuk dan pola hias gerabah yang ditemukan di Gua Terowongan memperlihatkan persamaan dengan temuan gerabah yang ada di Gua Tengkorak, yaitu pola hias tumpal, garis geometris, spiral dan bulatan. Pola hias ini juga memiliki persamaan dengan pola hias gerabah yang ditemukan di situs lainnya, seperti di Sulawesi Selatan secara khusus maupun di daerah lain di Indonesia ataupun di Asia Tenggara pada umumnya. Selain bentuk tempayan, gerabah yang terdapat di situs ini merupakan jenis wadah periuk, bahkan sebagian memiliki slip (lapisan penutup pori) berwarna merah dan pembakaran yang cukup tinggi serta sebagian dari gerabahnya bertemper dammar.

Kondisi situs ini sekarang sangat memprihatinkan, sebab sebagian besar wadah tempayan beserta bekal kuburnya sudah dijarah oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Namun sebagian dari temuan arkeologi dari situs ini masih tersimpan disalah satu rumah penduduk Wiwirano, Hal ini diperparah lagi dengan adanya vandalisme yang terdapat pada dinding gua dan sisa-sisa pembakaran dari obor yang dipakai oleh orang-orang yang datang ke gua tersebut.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-116/situs-gua-terowongan.html http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-116/situs-gua-terowongan.html
Comments
Loading...