Situs Gogourung, Bukti Kebenaran Negarakrtagama di Blitar

0 56

Situs Gogourung, Bukti Kebenaran Negarakrtagama di Blitar

Sah sangke lodhaya sira manganti simping,

sweccha nambya mahajenga ri sang hyang dharma,

sakning prasada tuwi hana dohnya ngulwan,

na hetuyan bangunenanga wetan matra.

Mwang tekang parimana ta pwa pinatut wyaktinya lawan prasasti,

hetuyan tinapan sama padhinepan purwwadhi sampun tinugwan,

ndan sang hyang kuti ring gurung gurunginambil bhumya sang hyang dharma,

gontong, wisnu rareka bajradharaneka pangheli sri narendra.

Artinya:

Baginda Raja meninggalkan Lodaya menuju Simping,

Dengan rela seraya memperbaiki candi tempat memuja leluhur,

Candi itu rusak tampak bergeser ke barat,

Itulah sebabnya direnovasi digeser agak ke timur.

Serta merta penataannya diperbaiki disesuaikan dengan bunyi prasasti,

Lalu diukur yang benar dengan depa di ujung timur telah dibuat tugu,

Maka wihara di Gurung Gurung diambil halamannya untuk tempat candi,

Gotong, Wisnurare Bajradarana itu sebagai penggantinya oleh Baginda Raja.

Kutipan di atas diambil dari kitab Negarakrtagama. Kurun waktu kejadian tersebut berlangsung pada tahun saka Tritanurawi – 1283 (1361 Masehi), saat Maharaja Hayam Wuruk berkunjung ke Candi Penataran dan melanjutkan perjalanan ke Candi Simping, Blitar. Uniknya dalam kutipan tersebut disebutkan toponim “Gurung-gurung”. Dijelaskan bahwa pada wihara di “Gurung-gurung” diambil halamannya untuk tempat candi. Saat ini sekitar 800 m di barat Candi Simping terdapat Dusun “Gogourung” yang mirip dengan troponin “Gurung-gurung”. Di dusun tersebut, tepatnya di halaman Masjid Baitul Halim terdapat reruntuhan candi. Reruntuhan candi juga tersebar hingga ke pamakaman Dusun Gogourung.

Source https://travellersblitar.com https://travellersblitar.com/situs-gogourung-blitar/
Comments
Loading...