Situs Candi Badut Malang

0 111

Lokasi Candi Badut Malang

Candi ini terletak di Jalan Raya Candi 5D Dukuh Badut, Desa Karang Widoro, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, Provinsi Jawa Timur. Lokasi candi ini berada di sebelah barat Sanggar Budaya Putra Mandala Karangbesuki, atau barat laut dari pangkalan angkot AT (Arjosari-Tidar).

Candi Badut Malang

Candi ini dihubungkan dengan Prasasti Dinoyo yang berangka tahun 682 Çaka atau 760 Masehi. Prasasti ini menyebutkan bahwa dahulu ada seorang raja yang bijaksana bernama Dewasimha.

Penamaan candi Badut ini memunculkan beberapa pendapat. Dari tradisi lisan yang berkembang di sekitar lokasi candi, disebutkan bahwa istilah Badut diambil dari nama sejenis pohon yang dahulu banyak tumbuh di daerah ini, dan salah satunya tumbuh di area reruntuhan candi. Karena di sekitarnya banyak tumbuh pohon Badut, maka daerah tersebut dinamakan Dusun Badut. Dengan demikian, candi ini bernama Badut karena sesuai dengan nama pohon Badut yang dahulu tumbuh di sini.

Pendapat lain muncul dari Dr. Brandes dan Dr. F.D.K. Bosch. Oleh Dr. Brandes dan Dr. F.D.K. Bosch, nama Badut dikaitkan dengan nama Liswa yang tertulis pada baris kedua Prasasti Dinoyo. Liswa sendiri merupakan nama lain dari Raja Gajayana. Dalam kamus bahasa Sansekerta, kata Liswa berarti anak komedi, yang dalam bahasa Jawa Kuno disebut badut. Hal ini juga diperkuat oleh pendapat Prof. Dr. R. Poerbatjaraka, bahwa nama Badut diambil dari nama raja Kerajaan Kanjuruhan yang diduga membangun candi tersebut. Berasal dari nama Garbopati nama kecil Raja Gajayana, sebelum menjadi raja di Kerajaan Kanjuruhan. Nama Garbopati sang raja adalah Licwa, yang menurut Poerbatjaraka istilah Liswa adalah bahasa Jawa Kuno yang artinya sekarang sama dengan pelawak atau bisa juga disebut badut.

Sedangkan, Van der Meulen berpendapat bahwa nama Badut diambil dari nama Resi Agastya, seorang resi yang diagung-agungkan oleh Raja Gajayana. Istilah Badut, menurut Van der Muelen diambil dari kata Ba dan DyutBa = Bintang Agastya (Chopus) dan Dyut = Sinar atau Cahaya, jadi Badyut berarti cahaya bintang resi Agastya. Van der Meulen membuat perbandingan dengan penamaan Candi Mendut, yang menurutnya berasal dari kata Men =Sorot, dan Dyut = Cahaya.

Bangunan Candi Badut

Secara arsitektur candi ini mencerminkan gaya Jawa Tengah. Hal ini dapat dicermati beberapa profil yang ditemukan di candi-candi Jawa Tengah, profil tersebut antara lain ruangan bangunan yang agak besar yang dihubungkan dengan bangunan penampil dan tangga masuk, bangunan induk disusun berhadapan dengan bangunan perwara, dan kaki candi relatif tinggi.

Candi memiliki bagian yang relatif lengkap terdiri dari lapik, kaki, badan, dan atap. Bagian lapik merupakan alas tempat kaki candi berdiri, bentuknya persegi panjang berukuran 14,10 x 18,90 meter. Lapik tersebut terdiri dari tiga jenjang masing-masing setinggi 30 cm, 40 cm dan 20 cm, kesemuanya tanpa hiasan ornamen.

Kaki candi berukuran 10,76 x 1,30 meter, berdiri di atas lapik yang lebar, antara kaki candi dan lapik terdapat selasar. Kaki candi tanpa hiasan pelipit maupun ornamen. Tubuh candi berbentuk persegi dengan ukuran 7,50 x 7,40 meter, tinggi 3,62 meter.

Source Candi Badut Malang
Comments
Loading...