Situs Cagar Budaya Makam Kyai Bonokeling Banyumas

0 429

Makam Kyai Bonokeling

Makam ini terletak di Desa Pakuncen, Kecamatan Jatilawang, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah. Warga di desa ini sangat menjunjung tinggi sosok leluhur. Sebagai salah satu wujud penghormatan tertinggi, wangsa kejawen tersebut menggelar ritual ‘Unggahan’ atau berziarah ke pusara makam keramat leluhur mereka yang dikenal dengan nama Kyai Bonokeling.

Tentang Kyai Bonokeling

Asal usul sosok Kyai Bonokeling sendiri memiliki berbagai macam versi dan anggapan. Berdasarkan penjelasan Sumitro yang telah dianggap sebagai ketua adat Desa Pekuncen, sesungguhnya tidak ada yang mengetahui secara pasti sosok Kyai Bonokeling ini. Namun yang ia ketahui tentang sosok Kyai Bonokeling hanya seorang tokoh dari daerah Pasirluhur, sebuah desa di perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Barat yang berada dalam wilayah kekuasaan Kerajaan Padjajaran di masa lampau. Namun perihal jati diri Kyai Bonokeling sendiri sesungguhnya memang dirahasiakan dengan tujuan untuk menjaga identitas asli leluhur. Barangsiapa yang ingin mengetahui dengan sesungguhnya sosok Kyai Bonokeling, maka sangat mutlak hukumnya untuk menjadi pengikut setianya.

Ajaran Kepercayaan Bonokeling

Penganut Bonokeling

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Kyai Bonokeling sebagai sosok spiritual kejawen di masa lampau mengajarkan lima ajaran tentang kehidupan bagi wangsa pengikutnya yang masih dijalani hingga sekarang. Ajaran yang pertama adalah monembah yang berarti sebagai manusia dianjurkan beribadah dan menyembah kepada Tuhan sesuai keyakinan masing-masing. Ajaran yang kedua  adalah moguru yaitu patuh terhadap perintah orang tua. Ketiga, mongabdi yang berarti saling menghargai dan menjalin hubungan antar sesama manusia. Keempat, makaryo yang berarti berkerja, sebab tanpa bekerja manusia tak bisa mendapatkan penghasilan yang dapat menunjang kehidupannya di dunia. Dan ajaran yang terakhir adalah manages manunggaling kawula Gusti, yang artinya hubungan manusia dengan Tuhan tidak melalui perantara apapun seperti beberapa agama yang memiliki utusan atau rasul. Dalam keyakinan Bonokeling, setiap orang yang lahir di muka bumi adalah titipan Tuhan. Oleh karena itu, dalam berinteraksi dengan Tuhannya bersifat langsung tanpa perantara.

Source Makm Kyai Bonokeling banyumas
Comments
Loading...