Situs Bulu Lowa

0 104

Situs Bulu Lowa

Bulu lowa adalah nama sebuah gunung kecil ( Bukit ) yang terletak di desa Allakuang perbatasan dengan wilayah kota Amparita ibukota Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Sidenreng Rappang Propinsi Sulawesi-Selatan. Bulu Lowa terletak di titik koordinat S 0 397′ 260, E 119 79’716, dengan berada diketinggian sekitar 97 mdpl. Jika ditelusuri dan dikaji dari ilmu bumi, Bulu Lowa terbentuk secara alami sejak terbentuknya bumi, bukan terbentuk karena pergeseran kerak bumi, terjadi karena getaran vulkanik karena diwilayah ini dan Sulawesi-Selatan tidak terdapat deretan gunung berapi atau terjadi karena gempa bumi sebab sampai sekarang belum ada sumber dari bidang ilmu atau mitologi yang bersangkutan yang menjelaskan terjadinya gunung tersebut.

Dari cerita masyarakat dan tokoh adat, budayawan setempat menjelaskan bahwa Bulu Lowa sangat sakral keberadaannya di wilayah ini karena diyakini di puncaknya turun manusia dari langit ( To Manurung ) dari kepercayaan orang pada masa lalu yang mendapat perintah dari” Dewata Seuwwae ” ke suatu daerah yang belum tertata baik pola prilaku dan sendi-sendi pranata sosialnya serta relatif belum memiliki kearifan lokal dalam membina kebersamaan dan persatuan, jadi ini lah cerita yang berkembang dari dulu sampai sekarang, percaya atau tidak itu merupaka sebuah fenomena dan ritual di wilayah ini. Cerita tersebut mengilhami tentang sebuah sejarah terbentuknya kerajaan Sidenreng dan kerajaan Rappang yang kemudian menjadi sebuah wilayah kabupaten yang sekarang dikenal dengan Kabupaten Sidenreng Rappang.

Ada dua versi terbentuknya 2 kerajaan kembar tersebut yaitu : pertama versi Bulu Lowa dan versi kedua yaitu bersumber dari lontara Mula Ritimpa’na Tanae Ri Sidenreng dan penelitian Disertasi lontara LaToa dari Prof. Dr. Mattulada Pakar Sejara da Budaya Sul-Sel yang mengatakan asal dari 2 kerajaan ini dari Tanah Sangalla Tana Toraja dari 9 bersaudara yang sudah biasa kita dengarkan kisahnya setiap tahun dibacakan pada Hari Jadi Kabupaten ini yaitu : La Madderemmeng, La Wewangriwu, la Togellipu, La passampoi, La Pakolongi, La Panaungi, La Pababari, La mappatunru, la mappasessu.

Kami dari Seksi Cagar Budaya dan Museum Bidang Kebudayaan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. sidenreng Rappang sewaktu melaksanakan pendataan dan registrasi Cagar Budaya di puncak Bulu Lowa pada tanggal 6 September 2017 mengamati dan sekaligus mewanwancarai pengunjung di sana yang sedang melaksanakan upacara ritual masyarakat setempat, kondisi puncak Bulu Lowa terdapat tiga buah Rumah tempat acara ritual kepercayaan dan terdiri dari banyak rumah-rumah kecil yang sengaja dibuat oleh pengunjung sebagai nazar dari jannji mereka di puncak bukit itu, itu sudah berjalan secara turun temurun sebagai salah satu kearifan lokal mereka. Itulah keunikan tradisi di bumi Nene Mallomo ini.

Source http://cagar-budaya-sidrap.blogspot.com http://cagar-budaya-sidrap.blogspot.com/search?updated-max=2018-04-08T21:15:00-07:00&max-results=1
Comments
Loading...