Situs Bonto Salangka Sulawesi Selatan

0 76

Lokasi Situs Bonto Salangka

Situs Bonto Salangka terletak di dalam wilayah dusun Masago, Desa Kalimporo’, Kecamatan Bangkala, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

Situs Bonto Salangka

Morfologi lahan situs secara keseluruhan merupakan bentang alam perbukitan bergelombang lemah dengan lembah subur tepat ditengah lembah. Lembah dilingkungi perbukitan di sebelah utara, timur dan baratnya, hanya sisi utara terbuka sebagai pedataran yang berhubungan dengan Sungai Allu. Lembah persawahan  subur hanya produktif di musim hujan yang kemungkinan di masa lalu  merupakan area perburuan.

Pada lahan situs yang disurvei, beberapa bagian permukaan situs tampak adanya singkapan batuan alat dengan humus tipis. Kondisi lapisan tanah yang berlapis batuan pada situs tersebut menjadikan lahan kurang baik diolah pada musim kemarau. Vegetasi tanaman yang dapat dibudidayakan berupa tanaman sereal usia pendek (seperti jagung, kacang hijau atau kacang tanah) atau sayur-sayuran dan pisang. Tumbuhan jangka panjang yang kelihatan tumbuh berupa serikaya, kelapa, palm, asam, mangga, dan jati.

Saluran air yang mengalir dari mata air di sebelah selatan ke persawahan di lembah dan sawah-sawah di sebelah barat. Saluran air tersebut hanya mengalir pada musim hujan dan pada musim kemarau akan kering.  Kondisi ini tidak banyak bisa membantu penduduk dalam mengelola lahan sekitar situs pada musim kemarau.

Dengan kondisi demikian, lahan situs hampir semua dimanfaatkan untuk perkebunan sereal dan palawija saja pada musim hujan. Pada musim kemarau lahan persawahan juga ditanami kacang-kacangan. Lahan situs yang disurvei merupakan perkebunan jagung, sehingga bolder dan kerakal bahan alat batu dikumpulkan sebagai terasa atau bedeng yang sekaligus penahan humus. Singkapan batuan yang menjadi bahan dan alat batu dari masa prasejarah ditemukan tersebar dan banyak yang pecah akibat pengolahan perkebunan.

Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap lingkungan situs, dapat diperkirakan bahwa areal ini merupakan perbengkelan alat batu. Di situs ini jarang sekali ditemukan alat-alat sempurna, kebaanyakan dalam bentuk calon alat dengan indikasi serpihan, perimping, dan bulbus. Peran sebagai perbengkelan dimungkinkan potensi batuan yang dimiliki berupa kalsedon, tufa dan gamping.

Dengan memperhatikan satuan morfologi perbukitannya, dapat diperkirakan bahwa distribusi artefak dapat mencapai kisaran 1 km persegi. Pesebaran alat batu beserta batu inti maupun limbah batunya pada sisi dalam perbukitan dari punggung, kaki, sampai lembah-lembahnya. Nampak bahwa semakin ke arah barat temuan artefak semakin menipis, sebaliknya semakin ke arah timur intensitas bahan dan limbah alat akan ditemukan lebih banyak.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-47/situs-bonto-salangka.html
Comments
Loading...