Situs Benteng Sari Lampung Timur

0 15

Situs Benteng Sari

Situs Benteng Sari terletak di Dusun Blimbing Sari, Desa Benteng Sari, Kecamatan Jabung, Kabupaten Lampung Timur. Jika dilihat sepintas, sulit untuk mengetahui letak benteng ini karena kondisinya tertutup oleh semak-semak dan pepohonan. Hal ini tidaklah mengherankan karena sudah lima tahun situs ini tidak dipelihara, dikarenakan tidak ada juru pelihara yang ditugaskan di situs tersebut.

Benteng Sari merupakan benteng pertahanan tradisional berupa gundukan tanah dengan parit di sisi luar benteng. Parit tersebut selebar ± 5 m dengan kedalaman ± 2,5 m. Dahulu kedalaman parit tersebut setinggi satu galah bambu, atau sekitar 15 – 20 m. Benteng ini seperti benteng-benteng kuna pada umumnya, yakni benteng pertahanan suatu pemukiman dengan parit di sekelilingnya.

Benteng ini berbentuk bulat telur, di luar benteng di sisi utara terdapat rawa yang sangat dalam dan luas. Saat ini, sebagian rawa tersebut sudah menjadi daratan. Di sisi luar benteng arah barat daya, terdapat makam dengan nisan dari batu andesit. Tidak diketahui makam tersebut makam siapa, apakah makam seorang tokoh atau makam penduduk biasa.

Luas area di dalam benteng 3,5 Ha, dengan topografi bergelombang. Di dalam Benteng Sari ini terdapat empat makam yang semuanya telah diberi cungkup. Salah satu makam tersebut merupakan makam Menak Muli. Pada makam Menak Muli terdapat fragmen gerabah dan fragmen keramik. Beberapa fragmen keramik ada yang berglasir halus dan penuh, ada juga yang berglasir sebagian (bagian dalam tidak berglasir).

Di dekat Makam Menak Muli terdapat beberapa batu yang disusun berderet dua baris. Satu baris di sisi selatan terdapat tiga buah batu, satu baris lagi di sisi utara sebanyak empat buah batu. Dari keseluruhan batu-batu tersebut, terdapat lima buah batu dakon. Batu-batu tersebut dipagari dengan batu-batu gundul (bolder) yang disusun sehingga membentuk persegi.

Di sekitar batu berurut tersebut terdapat fragmen keramik, fragmen gerabah, dan kapak batu (data terlampir). Di dalam banteng tanah ini juga terdapat gundukan tanah (tumulus). Gundukan tanah tersebut berasosiasi dengan batu berurut. Kemungkinan keduanya merupakan hasil budaya tradisi megalitik. Meskipun belum dapat dibuktikan secara pasti, kemungkinan makam yang ada di dalam Benteng Sari ini berasal dari masa yang lebih muda jika dibandingkan dengan batu berurut dan gundukan tanah di dalam banteng tersebut. Namun demikian, hal ini harus diteliti lebih lanjut untuk mengetahui kepastiannya.

Pemukiman sebagai suatu tempat manusia menetap dan melakukan aktivitas kehidupan telah muncul sejak zaman prasejarah. Pemukiman mulai muncul ketika tradisi bercocok tanam mulai berkembang. Masyarakat pada masa itu sudah tidak lagi mengembara untuk memenuhi kebutuhannya, tetapi telah bermukim secara menetap. Biasanya mereka bermukim secara berkelompok di dekat sumber-sumber makanan. Pemukiman yang semula hanya sekedar tempat sekelompok orang berdiam, berkembang menjadi sebuah kota dengan infrastruktur, system organisasi, dan subsistensi yang beragam. Perkembangan pemukiman hingga menjadi suatu kota, pada umumnya seiring dengan perkembangan peradaban manusia pendukungnya.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbbanten/bentengsari-benteng-pertahanan-tradisional-pada-pemukiman-kuna/
Comments
Loading...