Situs Benteng Permukiman Koncu Sulawesi Tenggara

0 95

Lokasi Situs Benteng Permukiman Koncu

Situs Benteng Permukiman Koncu terletak di Wabula, Sulawesi Tenggara.

Situs Benteng Permukiman Koncu

Di puncak gunung dengan ketinggian 325 meter di atas permukaan laut terdapat bekas permukiman raja pertama yang bernama Wa Kaa Kaa.Wilayah permukimannya dibatasi dengan susunan batu karang dengan lebar bagian atas100 cm yang mengelilingi lokasi permukiman. Struktur bangunan susunan batu karang yang oleh masyarakat disebut Benteng Koncu itu, merupakan bentuk bangunan dari susunan batu yang tiap sisinya memiliki ukuran tinggi yang berbeda yang disesuaikan dengan kontur tanah, sedangkan pada sisi utara dan selatan bentuknya berkelok mengikuti kontur permukaan tanah sehingga kedua sisinya tidak simetris.

Pada bagian-bagian tertentu, dimana di sisi itu terdapat tebing yang curam, maka tidak diberi dinding dari susunan batu, namun pada bagian-bagian tertentu yang tidak terdapat tebing, maka dibangun susunan batu karang. Bangunan tersebut menurut informasi masyarakat merupakan suatu bangunan yang dimanfaatkan sebagai batas lokasi aktivitas permukiman Wa Kaa Kaa beserta penjaganya. Untuk masuk ke dalam benteng terdapat satu pintu masuk (istilah lokal =Lawa) yang terletak diantara dinding sisi timur dan utara benteng yang disebut Lawa Lakedo. Sebelah timur benteng tidak ditemukan susunan batu kecuali tebing yang terjal sekitar 60 meter.

Benteng Koncu merupakan benteng permukiman dibangun menggunakan bahan dasar dominan batu karang, dengan campuran sedikit batu gamping. Tinggi dinding benteng bervariasi antar 300 – 500 cm. Dinding dibangun dengan bentuk agak regtangular, bagian dasar lebih tebal dari bagian permukaan atas. Dasar dinding benteng memiliki ketebalan 310 cm, sedangkan permukaan atas hanya 150 – 200 cm.

Benteng Koncu adalah perkampungan pertama di Wabula. Di dalam kompleks benteng permukiman diperkirakan sebagai lokasi hunian bagi kalangan terbatas, seperti Wa Kaa Kaa dan kerabatnya yang populasinya tidak terlalu padat. Hal ini diindikasikan oleh permukaan tanah yang bergelombang. Permukaan tanah hanya terdapat pada makam kuno.

Di sekitarnya menurut infoman kami, sebagai bekas lokasi istana.Lokasi selain itu memiliki permukaan tanah yang bergelombang, sehingga kecil kemungkinan pernah didirikan bangunan, karena dalam pendirian suatu bangunan selalu diutamakan kondisi permukaan tanah yang datar.Selain permukaan tanah dengan kontur bergelombang, juga banyak dipadati dengan batu-batu karang yang agak runcing. Survei yang dilakukan di sekitarnya juga tidak ditemukan benda-benda reliks (fragmen gerabah dan keramik) yang merupakan salah satu indikasi permukiman manusia masa lampau. Untuk menunjang fungsinya, kompleks dilengkapi dengan sumur To Barani terletakdi sisi timur diluar benteng.

Source http://www.arkeologi-sulawesi.com//index.php http://www.arkeologi-sulawesi.com//berita-111/situs-benteng-permukiman-koncu.html
Comments
Loading...