Situs Benteng Lipu Koro Sulawesi Tenggara

0 79

Situs Benteng Lipu Koro

Benteng Lipu Koro masuk dalam wilayah administrasi Kelurahan Bone Lipu Kecamatan Kulisusu dan berada pada titik kordinat 04°50’43.4” LS – 123° 11’35.5” BT pada ketinggian 58 diatas permukaan laut. Untuk mencapai lokasi Benteng Lipu koro, dari jalan aspal yang dekat dengan pemukiman penduduk terlebih dahulu harus melewati jalan setapak dengan jarak lokasi ± 500 m dengan luas 58,014 meter.

Benteng Lipu Koro berbatasan dengan kebun masyarakat di sisi barat, semak belukar di sisi selatan dan timur sedangkan sisi utara berbatasan dengan setapak dan kebun masyarakat. Benteng berada di perbukitan landai di tengah-tengah kebun masyarakat. Secara umum lingkungan vegetasi terdiri atas tanaman perkebunan jambu mete, ubi kayu, pohon kapuk, pohon kelapa, dan sisanya adalah jenis tumbuhan semak, dan hampir keseluruhan bagian permukaan tanah dalam benteng terdapat cangkang-cangkang kerang (dalam bahasa lokalnya Kulisusu).

Panjang keseluruhan benteng lipu tidak dapat diidentifikasi lagi. Hal ini dikarenakan aktifitas perkebunan masyarakat membuat petak-petak lahan dengan bentuk menyerupai susunan-susunan benteng dengan menggunakan bahan atau batu yang sama. Kecuali pada sisi benteng bagian pintu masuk masih memperlihatkan ciri keaslian dan dapat mudah diitentifikasi. Bagian ini berukuran lebar pintu masuk 50 cm, tinggi 80 cm dan tebal dinding 1.20 m.

Pintu masuk benteng mengarah ke barat, menghadap ke Teluk Goram. Kondisi benteng sangat tidak terawat karena hampir seluruh dinding benteng telah ditumbuhi semak belukar. Hanya bagian pintu masuk benteng saja yang masih menunjukkan struktur benteng.Disisi selatan Benteng Lipu Koro, ketebalan dan ketinggian struktur dinding sangat tipis dengan tebal 30 cm dan tinggi 80 cm, sehingga sulit membedakannya dengan pagar kebun. Struktur benteng berbahan batu karang, dan dalam pembuatannya bahan disusun dari bawah keatas tanpa menggunakan perekat. Berdasarkan penuturan La Odu, tokoh masyarakat setempat, benteng ini mempunyai 4 pintu masuk yang disebut lawa(gerbang) yakni Lawana Bolongita, Lawana Kasasi, Kawa Ngapa yi Pande, Lawa yi Koro. Rimbunnya belukar pada benteng membuat akses pada tiga pintu masuk lainnya menjadi sangat sulit.

Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpcbsulsel/445/
Comments
Loading...