Sentral Telepon Militer Belanda Aceh

0 362

Lokasi Sentral Telepon Militer Belanda

Terletak di Jalan Teuku Umar No. 1 Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh.

Sentral Telepon Militer Belanda

Sentral Telepon Militer Belanda Aceh

Bangunan bercat putih menjulang yang berada di daerah Blower menuju ke arah Seutui ini menarik perhatian bagi pengendara yang melintasnya. Bangunan dua lantai berbentuk menara yang dikelilingi rimbunan pohon trembesi (Samanea Saman) ini merupakan bangunan kuno peninggalan Belanda yang masih berdiri tegak di Kota Banda Aceh. Bangunan tersebut dikenal oleh masyarakat setempat sebagai Gedung Menara Sentral Telepon Militer Belanda.

Berdasarkan catatan sejarah yang ada, Gedung Menara ini dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda pada tahun 1903 atau pada era kepemimpinan Sultan Muhammad Daudsyah (1874 – 1903). Hal ini didasarkan pada angka 1903 yang tertera di bagian atas bangunan dekat ventilasi jendela.

Gedung berbentuk oktagonal ini sengaja dibangun oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk keperluan militernya. Semula menggunakan telegraf dalam komunikasi jarak jauh, kemudian pihak militer Belanda mengalihkankan ke telepon. Belanda pun menyebut gedung ini sebagai Kantor Telepon Koetaradja yang sesungguhnya berdiri di atas lahan milik Dalam (sebutan untuk Kraton atau Istana/ Kerajaan Aceh Darussalam).

Sebagai pusat telepon yang pertama kali dibangun oleh Pemerintah Kolonial di Hindia Belanda ini, jaringannya menembus berbagai kota yang terbentang dari Banda Aceh hingga Asahan (Sumatera Utara). Sentral telepon ini berguna sekali bagi Gubernur Militer Belanda dalam berkomunikasi dan menghadapi serangan pejuang Aceh.

Pada waktu pendudukan Jepang (1942 – 1945), gedung ini tetap digunakan oleh Jepang untuk hal yang sama. Begitu pula, ketika Indonesia merdeka, bangunan ini sempat dijadikan Kantor Telepon Militer Kodam I Iskandar Muda yang disebut Wiserbot (WB) Taruna sampai menjelang tahun 1960. Kemudian berturut-turut digunakan sebagai Kantor KONI, Kantor Surat Kabar Atjeh Post, dan terakhir sebagai Kantor PSSI hingga tahun 2000.

Kini, Gedung Menara ini dijadikan sebagai salah satu destinasi wisata sejarah yang terdapat di Kota Banda Aceh karena sejak tahun 1991 sentral telepon ini telah ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya nasional mengingat bangunan tersebut sudah memenuhi kriteria, yaitu berumur lebih dari 50 tahun, dan mempunyai arsitektur yang khas yang ditunjang oleh data arkeologis

Source Sentral Telepon Militer Belanda Aceh aceh
Comments
Loading...