Sejarah Warung kopi Ria

0 150

Warung kopi Ria

Warung kopi Ria begitulah namanya, warung kopi yang satu ini terbilang salah satu warung kopi tua di Bulungan, saya cukup beruntung dapat menggali sedikit lebih dalam sejarah mengenai warung kopi ini dari pemiliknya sekarang Ngo Chung Liong atau Leonardi Winarwardhana, generasi ketiga yang menjalankan bisnis warung kopi ini.

Terletak tak jauh dari Klenteng Ta Pek Kong, warung kopi menyajikan sejarah kecil mengenai perjungan hidup perantauan Tionghoa di Tanjung selor, sebuah kota pelabuhan kecil yang masa itu hanya memberi ruang bagi mereka yang punya nyali dan tekad yang besar untuk bertahan hidup.

Menurut kisah yang diceritakan turun-temurun dalam keluarga, pemilik pertama warung kopi dari keluarga ini adalah Ngo Tak Keng, yang tak lain adalah Akong atau datuk dari pemiliknya saat ini. Pada tahun 1914, paruh pertama abad ke-20, Ngo Tak Keng datang dan bermukim di tanjung Selor, tepatnya di toko lama orang Tionghoa, toko ini digambarkan cukup besar pada masa itu, orang-orang tua zaman itu menyebut nama toko itu dengan nama Yong Ci Lip, dulu letaknya ada disekitar perumahan Kodim di kampung Arab saat ini.

Ngo Tak Keng merintis usaha warung kopi ini cukup lama, pada tahun 1964 diusia 74 tahun Ngo Tak Keng meninggal dunia, usaha keluarga ini kemudian dilanjutkan oleh anaknya Ngo Miau Tjong atau Amio Winarwardhana. Dari sinilah nama warung Kopi Ria itu muncul di sekitar tahun 1970-an, sebelumnya warung kopi itu memang tidak ada namanya.

Menurut keterangan pak Liong, warung kopi ini telah berpindah tempat beberapa kali sebelum menetap ditempatnya yang saat ini, diantaranya di kampung pasar, disekitar Toko batu dan bengkel motor yang tak jauh dari Pujasera saat ini, sempat pula sebelum dipindahkan dimasa Bupati Kol. Soetadji warung kopi ini bermukim disebarang bangunan yang ada sekarang.

Source http://muhzarkasy-bulungan.blogspot.com http://muhzarkasy-bulungan.blogspot.com/2011/12/warung-kopi-ria-secangkir-kisah-kecil.html
Comments
Loading...