Sejarah Vihara Avalokitesvara Pamekasan

0 380

Lokasi Vihara Avalokitesvara

Vihara Avalokitesvara (Klenteng Kwan Im Kiong) terletak di Dusun Candi, Desa Polagan, Kecamatan Galis, Kabupaten Pamekasan, Provinsi Jawa Timur, sekitar 14 kilometer sebelah timur Kota Pamekasan, dan berdekatan dengan obyek wisata Pantai Talang Siring.

Sejarah Vihara Avalokitesvara

Sejarah berdirinya vihara diawali dengan sebelum masuknya agama Islam ke Pulau Madura. Pada sekitar abad ke-14 Masehi di daerah Proppo Pamekasan terdapat kerajaan Buddhist yaitu Kerajaan Jamburingin yang berencana membangun sebuah candi di pusat kerajaan. Kerajaan Majapahit membantu perlengkapan candi berupa arca-arca yang dikirim dengan perahu dan diturunkan di pelabuhan Talang.

Arca-arca tersebut diangkut dengan kereta kuda. Akan tetapi, pengiriman arca-arca tersebut gagal dikarenakan kereta kuda rusak karena tidak mampu menahan beban. Akhirnya, arca-arca tersebut terlantar di tepi pantai sampai tertimbun tanah.

Sekitar abad ke-17 Masehi, tanpa sengaja seorang petani menemukan arca-arca tersebut saat mencangkul ladangnya di sekitar Pantai Talang. Setelah dibersihkan, ternyata arca-arca tersebut adalah arca Buddha versi Majapahit aliran Mahayana. Salah satu arca berukuran besar yang diketemukan, ternyata arca Avalokitesvara Bodhisatva atau Kwan Im Posat atau Dewi Welas Asih, yang selalu bersifat penolong dan pengayom kita semua.

Tempat ditemukan arca-arca tersebut diberi nama Dusun Candi serta dibuatlah bangunan ala kadarnya untuk menampung arca-arca tersebut. Seiring perkembangan, bangunan ini diberi nama Vihara Avalokitesvara (Kwan Im Kiong), dan terus direnovasi dan dilengkapi dengan sarana ibadah yang lain.

Bangunan Vihara Avalokitesvara

Vihara yang memiliki lahan seluas 3 hektar ini, memiliki 5 altar pemujaan ditambah dengan 3 sarana ibadah bagi pemeluk agama lain serta sejumlah fasilitas dan sarana lainnya. Di vihara ini terdapat altar Thian Kong yang berada di depan setelah pintu masuk halaman yang bercorak Bali, lalu altar Kwan Im Thang yang berada di bangunan tengah. Selanjutnya, adalah altar Avalokitesvara (Kwan Im Posat) yang merupakan altar utama bagi vihara ini, yang merupakan peninggalan Kerajaan Majapahit abad 14.

Kemudian bangunan di sisi kanan dari ketiga altar tersebut, terdapat Li Thang dipakai untuk altar pemujaan terhadap Nabi Kong Hu Cu dan Nabi Lao Cu. Sedangkan di depan bangunan utama vihara semenjak dahulu terdapat musholla, karena di setiap rumah keluarga Madura pada zaman dahulu umumnya terdapat musholla.

Fasilitas di Vihara Avalokitesvara

Di lingkungan halaman vihara ini juga terdapat penginapan untuk tamu (peziarah) yang akan beribadah, karena rata-rata pengunjung tidak hanya berasal dari Jawa Timur, akan tetapi ada yang berasal dari Medan, Lampung, Singkawang, Jawa Tengah, Jakarta, dan lain-lain, bahkan ada juga yang datang dari Luar Negeri. Selain itu, ada juga kantin, gedung aula untuk sarana kesenian dan olahraga, pendopo untuk pementasan wayang kulit, dan tempat tinggal para Bhikku yang dinamakan Kuti. Lalu, di depan kompleks altar-altar tersebut, terdapat 2 bangunan pagoda yang menjulang tinggi seolah mengapit pintu masuk ke altar. Kedua pagoda yang didominasi warna merah menambah kemegahan vihara ini dengan ketujuh susunan ruas (lantai) ke atasnya.

Source Vihara Avalokitesvara Jawa Timur
Comments
Loading...