Sejarah Tugu Wates

0 152

Sejarah Tugu Wates

Sebuah tugu berbentuk pagoda yang terletak di pertigaan Jl. Perwakilan, Wates, Kulonprogo ini berdiri sejak tahun 1931. Tugu ini merupakan bukti rasa terima kasih dari etnis Tionghoa kepada Paku Alam VII.

Bangunan setinggi 3 meter berbentuk pagoda berwarna hijau dan sapuan warna kuning tersebut dinangungi pepohonan rindang. Terdapat pula sejumlah rumput dan bangku yang memungkinkan pengendara dan pejalan kaki duduk di sana.

Pada bagian dasar tugu pagoda yang berbentuk kubus dengan lebar masing-masing sisinya sebesar 1 meter. Pada salah satu sisi terdapat prasasti bertulisan Bahasa Indonesia dengan ejaan lama. Sedangkan di sisi yang lainnya terdapat tulisan dengan aksara Cina. Di bagian tas kubus tersebut kemudian berbentuk kerucut meningkat hingga delapan tingkat.

Berdasarkan tulisan di prasasti tersebut, tugu ini merupakan ucapan terima kasih karena etnis tionghoa diberikan tempat untuk bermukim dan berkarya di wilayah Wates oleh Pura Pakualaman dan Pemerintahan Adhikarta.

“Ucapakan terima kasih kepada Paku Alam VII sampai akhirnya ada geger pecinan di Wates,”ujar Singgih Prabowo, Kepala Bidang Cagar Budaya Dinas Kebudayaan Kulonprogo, pada Harian Jogja.

Meski terkesan sederhana, tugu ini merupakan salah salah satu peningggalan kenangan kolektif zaman colonial di Kota Wates. Keberadaan tugu ini sejajar dengan sembilan bangunan colonial lainnya yakni gedung pegadaian, stasiun kereta api, kawasan rumah di Jogoyudan-Mutihan, Wakapan dan depan Pasar Wates, Kantor Panwaslu, SD Percobaan, Media Centre, Bangunan Polres Kulonprogo lama, dan Bale Agung.

Singgih menguraikan bahwa Tugu Pagoda ini masuk dalam warisan budaya yang dilindungi dan diperlakukan sebagaimana bangunan cagar budaya sejak tahun 2010 silam. Meski demikian, Disbud sendiri baru akan melakukan penganggaran untuk perwatan tugu ini pada 2017 mendatang.

Tugu ini sendiri masuk dalam jalur yang akan dibongkar guna membangun Ruang Terbuka Hijau di area Jl. Perwakilan. Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo Nurcahyo Budi Wibowo menjelaskan bahwa nantinya dari arah Watulunyu atau Jalan Sugiman, jalan akan lurus ke barat dan dibangun taman sebagai penghijauan. Hanya saja Tugu Pagoda tersebut tetap akan berada di posisinya sebelumnya karena merupakan salah satu cagar budaya.

Source old.semarangpos.co http://old.semarangpos.com/2016/04/24/wisata-kulonprogo-begini-sejarah-tugu-wates-713377
Comments
Loading...