Sejarah Tugu RIS Nanga Pinoh

0 128

Tugu RIS Nanga Pinoh

Banyak peninggalan sejarah masa lalu yang perlu dilestarikan. Terutama yang berkait dengan NKRI. Jaman colonial, Hindia Belanda banyak meninggalkan bukti sejarah. Salah satunya keberadaan tugu Republik Indonesia Serikiat (RIS) di Nanga Pinoh. Tak banyak yang tahu sejarahnya.

Tugu tersebut jauh dari kata menarik. Hanya sebuah batu dari cor-coran semen yang dibuat meninggi. Dikelilingi dengan rantai berkarat, termakan usia. Di bagian depan tertulis Republik Indonesia Serikat, yang sudah memudar. Demikian pula catnya. Seharusnya, pendapat dari warga setempat, Rusli ditata tanpa meninggalkan jejak sejarahnya. Misal catnya diperbaharui, kemudian areanya diperluas untuk menerima kunjungan mereka yang tertarik akan hal tersebut.

“Sebenarnya, banyak peninggalan sejarah di kota Nanga Pinoh. Salah satunya Tugu RIS ini,’’ ujar warga Desa Paal Nanga Pinoh ini.

Dia mengatakan, dirinya kurang paham bagaimana ihwal berdirinya tugu RIS di Nanga Pinoh. Namun, sejak kecil dia sudah melihat keberadaan tugu tersebut. Konon, tugu itu dibangun pada zaman Hindia Belanda.

Selain, tugu RIS, ada berupa bangunan peninggalan Belanda. Hanya saja kondisi bangunan itu pun banyak rusak. Karena tidak dipelihara dengan baik.

“Artinya masyarakat Nanga Pinoh itu berjuang untuk merebut kemerdekaan. Dan semangat perjuangan itulah, terpelihara dengan baik dengan adanya tugu RIS,’’ imbuhnya.

Rusli menambahkan sejarah perjuangan masa itu sangat luar biasa. Meskipun keterbatasan pengetahuan, teknologi dan informasi, para penjuang berhasil memerdekaan bangsa ini hingga dalam bingkai NKRI.

“Tinggal bagaimana sekarang caranya kita mengisi kemerdekaan dengan presrasi dan kegiatan yang positif dalam bernegara dan berkebangsaan,” ujar Rusli yang juga tokoh masyarakat Nanga Pinoh, Kabupaten Melawi ini.

Salah seorang pengunjung Tugu RIS, Hervina (27) menilai peninggalan sejarah patu dihargai dan dilestarikan. Seperti halnya ‘’memermak’’ Tugu RIS menjadi tempat tujuan wisata pendidikan sejarah.

“Tugu RIS ini berbentuk piramida. Disitu tertera RIS tanggal, 27-12-49. Ini bukti sejarah bagi masyarakat Nanga Pinoh. Saya cuma berharap ke depan tata bangunan ini dibenahi. Supaya tugu RIS bisa jadi wisata sejarah,” terangnya.

Dia menyatakan jika di kaji dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia pada masa lalu. Tentunya secara pengetahuan, teknologi dan informasi jauh tertinggal dibandingkan dimasa sekarang ini. Tapi masyarakat pada masa lalu telah memahami akan pentingnya kemerdekaan. Sehingga mereka mampu membangun kebersamaan untuk memerdekakan rakyatnya dari pemerintahan Hindia Belanda.

Meskipun kondisi masa lalu, tentu masih hutan belantara dan akses jalan masih bersifat seadanya. Tapi semangat perjuangan kemerdekaan menjadi tujuan bagi masyarakat pada masa itu.

“Sejarah ini patut diketahui semuanya. Terutama generasi muda. Hingga bisa belajar pada jaman lalu,” harap ibunda Theo Arsy One.

Sedangkan Bupati Melawi, Panji menanggapi belum lama ini tentang aset-aset peninggalan sejarah sudah diinventerisir. Beberapa diantaranya bakal dijadikan cagar budaya.

“Banyak peninggalan sejarah sudah kita inventerisir. Wajar kalau di sini banyak peninggalan Belanda. Sebab wilayah ini adalah kewedanan Hindia Belanda,” terangnya.

“Akar-akar budaya dan sejarah yang masih ada. Ini akan cepat-cepat kita selamatkan. Supaya bisa dikembangkan, dipelihara dan dilestarikan. Bahkan bisa dijadikan arah pembangunan yang lebih baik,” harap orang nomor satu di Kabupaten Melawi.

Source https://www.pontianakpost.co.id https://www.pontianakpost.co.id/melihat-jejak-sejarah-di-tugu-ris-nanga-pinoh
Comments
Loading...